Chapter 55

1559 Kata

“Jangan dilirik dong, Kak. Ingat bentar lagi anak Kakak udah mau dua. Aku adukan nanti ke Mas Fajar.” Ihsan membuang napas panjang saat istrinya tidak henti dengan peringatan serta ancamannya. “Kita lebih baik diam di hotel saja, tidak usah ikut jalan-jalan.” Hilya semakin cemberut. “Kalau mau diam di kamar, ngapain ikut ke sini?” “Setelah di sini?” tanya Ihsan singkat. “Tentu saja menikmati pemandangan yang indah ini.” “Kalau begitu, fokus pada pemandangannya saja, jangan ke yang lain. Abaikan hal yang tidak perlu.” “Tetap saja kesal melihat mereka melirik ke arah Mas terus,” ketus Hilya. Ihsan sudah membuka mulutnya, tetapi kembali dikatupkan. “Itu bukan kemauanku.” “Iyaaa, makanya Kakak jangan balas menatapnya, apalagi sampai memberikan kedipan mata.” Ihsan menatap ist

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN