Rifan menatap Husna yang masih menangis dengan kerasnya. Lalu wanita itu akhirnya bangun dan mencoba untuk berjalan dengan sempoyongan. Langkah Husna hampir akan terjerembap andai Rifan tidak sigap menopangnya dari belakang. Namun, setiap kali Rifan menyentuh sang istri, wanita itu seketika langsung menepisnya dan memintanya untuk menjauh. “Jangan sentuh aku, Mas!” ucap Husna dengan suara bergetar juga isak tangis yang siapa saja yang mendengar pasti akan merasakan kehancurannya. Sakit! Itulah yang kini dirasakan Rifan saat mendapatkan penolakan sang istri yang begitu jelas dan nyata. Dia semakin meyakini jika istrinya mendengarkan semua yang dikatakan Maya, tadi. “Awww!” “Astaghfirullah!” Tak sanggup melihat istrinya kesakitan, Rifan akhirnya memangku Husna, membawa dan membaringk

