BAB 117 – SINS OF THE PAST SCHWARZENBERG PALACE, VIENNA – 10:22 PM Kelembapan udara terasa menusuk. Udara di dalam ballroom yang sebelumnya hangat dan penuh kemewahan, kini terasa seperti ruang hampa tanpa oksigen. Aroma sampanye yang pecah bercampur dengan bau logam darah, menciptakan kombinasi yang memuakkan. Lovania menatap layar itu dengan mata yang tajam. Sementara Marco… diam. Bukan diam yang kosong, tapi diam yang mengandung ribuan badai yang siap menghancurkan segalanya. Rahangnya mengeras, tangannya mengepal kuat, dan matanya, untuk pertama kalinya, menyimpan sesuatu yang hampir menyerupai ketakutan. Lovania tidak pernah melihat Marco seperti ini. Dan itu membuatnya lebih waspada. Matteo DeLuca tidak hanya berbahaya—dia tahu di mana letak luka Marco, dan dia tidak ragu un

