Tak ingin berlarut dalam keraguan, akhirnya Maya memutuskan untuk menghubungi Handika malam itu juga. Mungkin saja pria itu mengenal sosok Rian Prayoga ini. Pada dering yang entah ke berapa kalinya, panggilan tak kunjung diangkat. Maya tak patah arang mencoba menghubungi pria itu. Akan tetapi hasilnya tetaplah sama, nihil. "Kemana sih ini orang? Gak biasanya susah dihubungi," decaknya kesal. Pada akhirnya, wanita itu menyerah dan akan mencobanya esok hari. Mungkin hari ini Handika sedang sibuk, pikirnya. Karena malam yang semakin larut, Maya memutuskan untuk tidur. ***** Pagi menjelang, Maya terbangun dengan perasaan yang masih menggantung. Keraguan dan rasa penasaran yang tak terjawab sejak semalam terus saja menghantui pikiran. Ia mencoba menghubungi Handika kembali. Namun, lagi-la

