Honest

1767 Kata
Keesokan harinya pelajaran kimia kosong dikarenakan Bu Dian tidak masuk dan tidak ada penggantinya.Saat Natha sedang asyik bermain dengan teman-teman pria ku di depan kelas,aku memberanikan diri untuk bercerita kepada Elle,aku juga mau menanyakan tentang wanita yang dimaksud Natha. "Le,aku boleh cerita ke kamu?" Tanya ku gugup "Biasanya juga langsung cerita,mau tanya apa?" Jawab Elle "Kemarin aku dan Natha ke cafe favorite nya Natha" kata ku "Terus?Lo seneng ya?pertanyaan nya apa?" Tanya Elle ingin tahu "Ya aku biasa aja,tapi aku mau tanya tentang Natha" "Astagaaaa ya iya apaa Seshil?" Jawabnya kesal "Kata Natha dia suka banget sama cafe itu,dulu dia selalu kesana sama siapa gitu,tiba-tiba dia stuck dan gak ngelanjutin siapa orangnya,di cafe juga gitu semua pelayan dicafe bertanya kemana orang yang selalu bersama Natha,kamu tau ga siapa orangnya"tanya ku penasaran "Itu mantanya,namanya Alea.Mereka pacaran emang udah lama banget sih,tapi gatau kenapa mereka putus,Natha kayaknya sayang banget sama Alea,pokoknya dulu mereka itu bisa di bilang relationship goals.Mungkin mereka dulu suka ke cafe itu,semenjak putus Natha ga pernah kesana lagi,mungkin untuk pertama kalinya setelah putus Natha baru kesana sama lo Shil" jelas Elle "Alea? Oh oke aku cuma penasaran aja" jawab ku dengan rasa kecewa setelah mengetahui semuanya. Sepertinya Natha masi sayang sama Alea,semua memorinya masih terikat dengan Alea.kata ku dalam hati "Cringggg" bel istirahat berbunyi.Tiba-tiba Natha mengajak aku dan Elle untuk makan siang bareng. "Makan siang bareng yuk dikantin"kata Natha mengajak aku dan Elle "Duh sorry banget Nath gua harus ke kelas 11 soalnya kakak kelas ada yang mau minjem baju olahraga gue.Kalian berdua dulu deh nanti gue nyusul ya " Jawab Elle "Hmm gimana Shil lo mau?" Tanya Natha kepada ku. "Oh yaudh deh yuk" jawab ku Aku dan Natha beranjak ke kantin,sepanjang arah menuju kantin aku dan Natha menjadi pusat perhatian "kakak kelas".Aku tidak tau apa yang ada dipikiran kakak kelas,pasti mereka membenci ku,karena pria tampan yang mereka sukai sedang bersama ku.Natha dan aku memang suka bercanda di tengah jalan,terkadang Natha suka merangkul ku,memainkan Rambutku.Mungkin itu alasan semua orang yang mengira bahwa kita sepasang kekasih.Tapi nyatanya?kita hanya Sahabat,iya sahabat selamanya. Saat Natha sedang memesan makanan tiba-tiba ka Arga menghampiri ku. "Aku boleh duduk disini?soalnya semua kursi untuk makan sudah penuh" kata Arga Aku sama sekali tidak bisa menolak,karena kantin ini bukan punyaku.Kantin ini tempat umum. "Oh duduk aja kak" jawab ku. Saat selesai memesan makananku Natha datang membawa bekal nya yang dia bawa dari rumah. "Aduhh ko ada lo" tanya Natha angkuh "Kenapa?boleh ko sama seshil,yakan Seshil"jawab Arga dengan senyum nya yang sok manis "Hmm iya soalnya ka Arga gada tempat untuk makan" jawab ku bingung Seperti biasanya Natha memberikan tatapan menyeramkan ke arah ku.Seolah-olah aku harus mengusir ka Arga dari kursi yang ada didepan ku,tapi aku sungguh tidak bisa melakukan itu ke kakak kelas.Setelah pesanan ku datang,aku segera menikmatinya,tapi suasana jadi sangat kaku. Ka Arga mencoba untuk mencairkan suasana dengan mengajak ku berbicara dengannya. "Seshil nanti kamu ada acara sehabis pulang sekolah?" Tanya Arga "Hmm ga ada ka" jawab ku canggung "Bukannya ada?kita kan mau ke toko buku.Lo lupa ya Seshil?" Kata Natha "Sorry bro tapi gue sama Seshil mau pergi nanti,biasalah kita sekelas jadi banyak banget tugas kelompok.Iyakan Seshil?"sambung Natha. Natha menginjak kaki ku.Aku tau Natha tidak menyukai Arga,dan maksud nya dia menginjak kaki ku agar aku setuju dengan apa yang dia ucapkan. "Oh iya aku lupa Natha,maaf ya ka Arga aku lupa banget kalo hari ini ada tugas kelompok" jelas ku kepada ka Arga "Haha its okay,lain waktu aku bakal kerumah kamu ya" kata ka Arga "Oke ka"jawab ku singkat "Bro lo masi bawa makan dari rumah" tanya ka Arga kepada Natha dengan nada meledek "Kenapa?! Lo gasuka?" Jawab Natha kesal "Kayak anak kecil bro" jawab ka Arga Tiba-tiba Natha menonjok rahang ka Arga seketika kantin menjadi ramai.Aku mencoba melerai perkelahian mereka sampai akhirnya ka Arga yang mengalah dan meninggalkan Natha. "Awas lo ya bakal gue abisin" kata ka Arga sambil meninggalkan kantin "Gue gatakut sama lo" jawab Natha berteriak "Nath kamu bikin aku malu tauga" kata ku "Lo malu punya sahabat kayak gue?" Tanya Natha "Bukan gitu Nath tapi aku gasuka kamu tiba tiba pukul ka Arga,pasti nanti kamu dipanggil keruang BK atau seandainya orangtua kamu yang dipanggil gimana?"Kata ku "Gue ga suka caranya dia ngomong,lo tau kan gue sayang banget sama nyokap gue.Lagian apa salahnya gue makan makanan yang nyokap gue bikin,pokoknya lo ga boleh deket sama Arga" "Udahlah Nath kita balik ke kelas aja" jawab ku Aku dan Natha berjalan ke arah kelas,Natha menggenggam tanganku dengan erat,seperti "aku harus tetap disampingnya". Setelah sampai kelas kita melanjutkan pelajaran seperti biasanya,ditengah jam pelajaran ada ketua osis yang masuk kedalam kelas kita. "Permisi pak,ada yang namanya Natha?saya ditugaskan untuk memberi info bahwa Natha dipanggil keruang Bk" kata ketua osis "Oh baik,silakan Natha boleh meninggalkan pelajaran terlebih dahulu" kata pak Anto guru fisika yang sedang mengajar dikelas kami Natha segera meninggalkan pelajaran dengan santai.Sedangkan aku sangat takut dengan apa yang akan terjadi kepada Natha.Sepanjang pelajaran berlangsung aku sangat gelisah memikirkan apa yang akan terjadi dengan Natha.Apa dia akan dikeluarkan?di skorsing?atau apa?fikiranku bercabang kemana-mana.Sampai akhirnya tanda pelajaran selesai berbunyi,tapi Natha belum kembali ke kelas.Aku segera merapikan alat belajar ku,setelah itu aku merapikan alat belajar Natha dan membawanya turun.Aku menunggu Natha di kursi lorong sekolah lantai dasar dekat gerbang sekolah. Kulihat dari jauh Natha menghampiriku dengan senyum nya yang lebar.Betapa menyebalkanya saat aku sedang memikirkannya tapi dia justru kembali seperti tidak mempunyai salah. "Kenapa kamu tersenyum?tadi kamu diapain aja" tanya ku ingin tahu "Sini dulu tas gue,makasih ya Onta"kata Natha megusap kepalaku "Tadi kamu diapain aja" tanya ku "Kenapa?mulai khawatir?" Tanya Natha "Enggak" jawab ku cuek "Hahah gapapa ko cuma di skors aja 2 hari" kata Natha "Ha?cuma?nanti aku disekolah sama siapa Nath?"tanya ku sedih. "Sama Arga dia ga di skors tuh" kata Natha "Aku gak mau.Kok bisa dia ga di skors kan sama-sama salah?"tanya ku "Ya gue gatau mungkin karena sekolah berpihak ke orangtuanya, biasalah donatur sekolah.Udah lo gausah sedih nanti gue jemput kok kalo pulang sekolah" kata Natha "Ha?mana bisa kamu kan di skors" tanya ku bingung "Ya bisa dong nanti gue tunggu di warkop uus deket sekolah" kata Natha Jujur aku sangat sedih setelah mengetahui Natha harus di skors. "Udah yuk pulang" kata Natha Seperti biasanya pulang dengan Natha tidak akan membosankan untuk ku.Selalu banyak cerita dan candaan.Rasanya semua bebanku hilang jika aku bersama Natha. "Ke taman dulu ya, udh lo gaperlu sedih lagi Seshil,gue cuma di skors bukan di DO hahaha" Kita berhenti di taman kota,tempatnya sangat bagus,bersih dan rapih.Aku duduk di kursi taman. "Tunggu sini dulu ya" kata Natha Aku meng"iyakan" apa yang Natha perintahkan.Tiba-tiba Natha membawa 2 buah ice cream. "Nih buat lo,jangan sedih lagi ya" kata Natha Natha memberiku ice cream coklat,rasa pahit dari coklat menyatu dengan manisnya s**u. "Natha,ini enak banget aku suka" kata ku "Iya dulu gue suka kesini sama..." tiba-tiba ucapan itu terhenti lagi "Alea?" Kataku melanjutkan ucapan Natha "Darimana lo tau? Tanya Natha kaget. "Kamu masih sayang sama Alea?mantan kamu kan?" Tanya ku "Yaa dulu gue sama Alea suka kesini"jawab Natha "Apa Alea juga suka ice cream ini?" Tanya ku "Hmm iya" jawab Natha singkat "Nath,teman tidak pernah berbohong.Aku ini sahabat kamu jadi kamu boleh cerita apapun ke aku begitupun sebaliknya,tapi kamu gak perlu perlakukan aku seolah-olah aku ini "Alea" jika memang kamu belum bisa melupakan Alea tolong,jangan buat aku menjadi seperti Alea. Aku dan Alea adalah dua orang yang berbeda" jawab ku menahan tangis.Aku merasa dijadikan pelarian oleh Natha. "Bukan gitu maksud gue Shil,oke gue cerita semuanya ke lo,tapi gue ga anggap lo sebagai Alea,gue mau jadi sahabat lo karena lo emang yang terbaik buat gue.Dulu gue pacaran sama Alea,kita pacaran bertahun-tahun tapi setelah itu dia ninggalin gue dan lebih memilih pria lain."jelas Natha Natha mengambil kedua tanganku dan memeggang nya,ku lihat matanya begitu tulus begitu banyak harapan yang dia berikan kepada ku. "Lo tau gue percaya sama lo? Dan gue sama sekali ga bermaksud menjadikan lo sebagai Alea. Gue sayang sama lo sebagai sahabat gue,dan gue ga akan ninggalin lo seperti orang-orang di sekeliling lo.Gue janji sama lo" kata Natha "Apaansi Nath jangan dramatis" jawab ku dan menepis tangannya "Gue cuma mau lo tau aja kok,yaudh kita pulang aja" kata Natha kesal Selama perjalanan aku memikirkan semua ucapan Natha.Bagaimana bisa aku jatuh hati dengan semua ucapanya.Natha berjanji tidak akan meninggalkanku sebagai sahabat.Apa mungkin suatu saat nanti kita berubah menjadi cinta. Aduhh kenapa aku mikir kayak gitu,gak mungkin aku suka sama Natha. "Udah sampe woii" kata Natha berteriak Aku benar-benar terkejut saat Natha berteriak "Gaush teriak Natha" jawab ku kesal "Ya lo lagian ngelamun aja,mikirin apaan si?udah buruan turun dari motor gue,jangan sedih besok kita ga ketemu karena gue di skors hehe" "Ya tunggu" aku segera turun dari motor Natha dan pergi menuju pintu gerbang,tiba-tiba papah ku datang menghampiri ku "Dari mana aja kamu?Pak yanto tadi jemput kamu,tapi kamu malah pulang duluan" "Maaf pah aku lupa bilang ke pak yanto"jawab ku "Kemana aja kamu?"tanya papah Tiba-tiba Natha turun dari motornya dan menghampiri papah ku. "Hallo om,saya Natha sahabatnya Seshil,maaf ya om untuk hari ini kita pulang telat karena tadi saya dan Seshil beli ice cream dulu" jawab Natha polos Dasar Natha bodoh kenapa dia sangat jujur,bilang bahwa telat karena beli ice cream dulu. "Oh kamu Natha, tolong besok-besok izin dulu ya,yaudh kamu boleh pulang,hati-hati ya" kata papah "Iya om terimakasih"jawab Natha dengan senyumnya yang manis Aku segera meninggalkan papah karena aku malas jika harus melanjutkan pembicaraan dengan papah,aku segera berlari kedalam rumah dan menaiki satu persatu anak tangga menuju kamar ku.Aku segera mandi dan mengganti pakaian ku. Malam telah tiba,terdengar suara motor dari arah luar.Aku penasaran dengan suara motor itu aku mengira itu Natha,tapi ternyata Arga yang datang. Terdengan suara hp ku berdering,ternyata arga yang menghubungi ku melalui instagra dan meminta ku untuk keluar menghampirinya,jujur aku sangat tidak suka dengan arga.Karena Arga,Natha harus di skors.Aku mencoba mengabaikan telepon dari Arga tapi dia selalu mencoba menghubungi ku berkali-kali. "Tok..tok" suara ketukan pintu terdengar,aku segera membukakan pintu kamar ku ternyata itu bibi "Non ada mas Arga nyariin non Seshil" kata bi Asih "Bi tolongin aku ya,bilang aja aku lagi sakit jadi gabisa keluar buat ketemu Arga" jawab ku "Oh iya non" kata bi Asih Bi asih segera melakukan perintah yang aku berikan.Setelah itu bi Asih kembali kekamar ku. "Non bibi sudah bilang kalo non Seshil sedang sakit,terus ini ada titipan dari mas Arga.Ini non bunga sama coklatnya" kata bi Asih "Buat bibi aja ya,bawa aja ke kamar bibi" jawab ku menolak "Yang bener non?yaudh bibi bawa ya,makasih non Seshil" jawab bi Asih senang "Iya bibi" aku segera mengunci kamar ku kembali. Aku sangat sebal dengan Arga setelah kejadian tadi yang membuat Natha harus di skors.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN