Selir Linda membawa Eisha ke taman yang ada di belakang paviliun bunga Anggrek. Di sana ada beberapa pelayan wanita yang sedang menyapu dan membersihkan daun-daun kering yang berguguran. Semua pelayan ketika melihat Selir Linda datang, memberikan penghormatan seperti biasanya.
"Berdirilah!" ujar Selir Li sambil tangannya diangkat ke atas. Setelah itu para empat orang pelayan wanita baru menegakkan punggung.
"Terima kasih, Selir Linda!" jawab keempat pelayan dengan kompak. Di dalam hati mereka merasa aneh karena bukan Amira yang mengikuti Selir Linda.
"Kalian semua bisa pergi untuk sementara waktu!" Selir Linda memberikan tanda, yang dijawab anggukkan keempatnya. Empat pelayan sebelum pergi meninggalkan memberikan hormat secara singkat.
Eisha mengedarkan pandangan ke sekitar, walaupun taman bunga ini tak seindah taman yang ada di paviliun phoenix, tapi taman ini sudah cukup indah.
"Suka dengan taman ini, Vaiva?" tanya Selir Linda sambil melihat ke arah anak muda yang sedang memandangi bunga-bunga.
Eisha menoleh pada Selir Linda yang berdiri di sampingnya. Wanita itu memang kelihatan lembut dan cantik. "Iya, aku menyukainya Selir Linda," sahutnya. Harum bunga semerbak.
Selir Linda pun mengajak Eisha untuk melihat lebih dekat sebuah pohon yang sedang berbunga, tapi bunganya masih belum mekar. Selir Linda mengangkat tangannya, berkonsentrasi, dan menyalurkan kekuatan pada satu titik. Dia mengarahkan kekuatan sihirnya pada pohon bunga yang ada di hadapannya. Cahaya berwarna merah muda lembut melingkupi pohon bunga. Dalam hitungan detik, bunga yang tadinya masih kuncup sekarang berubah jadi mekar serta bunganya jauh lebih banyak dan padat di dahan dan ranting pohon.
"Woah, keren banget! Bunganya bertambah banyak!" Eisha menatap dengan mata yang berbinar dan kagum.
Selir Linda tersenyum. "Ini namanya kekuatan sihir bunga," jelasnya.
"Jadi, hanya untuk bunga ya Selir Linda?" tanya Eisha dengan wajah yang penasaran.
"Iya, lihatlah ini!" seru Selir Linda.
Selir Linda mengeluarkan kekuatan sihirnya, dia mengendalikan kelopak-kelopak bunga berwarna merah muda dari pohon yang tumbuh di hadapannya. Kelopak bunga bergerak sesuai dengan gerakan tangan Selir Linda seakan membentuk sebuah melodi yang indah. Setelah itu Selir Linda menggerakkan tangannya ke udara dan gerakan teratur ke arah bawah, kelopak bunga dengan perlahan jatuh dari langit ke bawah. Eisha menengadahkan telapak tangannya dan menggenggam tangannya setelah mendapatkan beberapa kelopak bunga.
"Aku mau belajar juga," ucap Eisha dengan semangat sambil menatap wajah Selir Linda yang kini tersenyum.
Tangan Selir Linda terangkat mengusap dan membelai rambut hitam panjang Eisha. Jika saja anak kakak tak hilang, pasti dia sudah sebesar Vaiva, batin Selir Linda.
"Vaiva, tentu boleh belajar," sahut Selir Linda.
"Sungguh?" Eisha bertanya lagi.
"Iya, tentu saja," jawab wanita yang statusnya sebagai Selir Kaisar Carney.
"Asyik!" seru Eisha melompat senang, membuat Selir Linda tertawa geli karena tingkah konyol Eisha.
Gadis kecil itu menghentikan lompatannya, dia menggaruk kepala belakangnya yang tak gatal. "Aku terlalu senang," ujarnya kemudian tertawa.
"Tak apa-apa," jawab Selir Linda santai.
Selir Linda kemudian membawa Eisha ke bagian taman bunga sisi yang lain. Di sana terdapat beberapa bunga-bunga yang layu dan mati.
Selir Linda menggerakkan tangannya sesuai dengan teknik dan mengatur napas. Baru kemudian menyalurkan kekuatannya ke arah tanaman bunga yang layu dan hampir mati. Kekuatan sihirnya melingkari tanaman bunga tersebut dan bunga tersebut berubah menjadi segar dan sehat.
"Benar-benar ajaib! Kalau punya kekuatan seperti yang dimiliki Selir Linda pasti tak akan ada tanaman bunga yang layu dan mati," ungkap Eisha, tangannya bergerak menyentuh tanaman bunga sambil tersenyum.
"Iya, benar, namun memakai kekuatan sihir sifatnya terbatas dan tak bisa digunakan secara terus menerus. Masih harus mengandalkan secara manual juga dengan merawat, menyiram tanaman serta memberikan pupuk."
Ada jeda sebentar. "Dan satu lagi memastikan bahwa sinar matahari yang didapatkan tanaman cukup," sambung Selir Linda.
"Ada yang tak aku mengerti, kenapa kekuatan sihir itu sifatnya terbatas?" tanya Eisha memasang wajah berpikir.
Selir Linda membawa Eisha duduk di meja dan kursi yang telah disediakan. Di atas meja ada seteko teh beserta beberapa cangkir yang bersih.
Eisha menuangkan air teh ke dalam cangkir Selir Linda dan cangkirnya sendiri. Selir Linda mengambil cangkir dan minum beberapa tegukan sebelum menjawab. "Kekuatan sihir setelah digunakan akan berkurang. Dan membutuhkan waktu untuk memulihkannya."
Selir Linda mengambil napas sebelum melanjutkan kalimatnya. "Bayangkan saja jika digunakan selama satu hari penuh, maka akan dipastikan kekuatan sihir di dalam tubuh akan terkuras habis, dan itu membutuhkan waktu yang sangat lama untuk pulih." Eisha menyimak dengan baik penjelasan dari Selir Linda sembari mengangguk.
Ada jeda sebentar. "Oleh karena itulah tak boleh menggunakan kekuatan sihir semaunya saja untuk hal yang sia-sia, bukan tak boleh juga hanya disarankan hanya menggunakan kekuatan sihir di saat yang penting saja."
"Seperti ketika bertemu dengan musuh begitu?" tanya Eisha menyahut.
"Benar sekali, Vaiva pandai menjawab," puji Selir Linda.
"Oh, ya, Vaiva mau diajarkan tekniknya juga?" tanya Selir Linda. Eisha mengangguk dengan semangat.
Kekuatan sihir di planet moda ada berbagai macam jenisnya, dari kekuatan sihir yang bisa dipelajari sampai kekuatan sihir yang terlarang. Contohnya kekuatan sihir api, tak hanya bisa membuat api saja, bisa juga membuat bunga asalkan si pemilik kekuatan mau belajar tekniknya. Hanya saja letak perbedaannya pada bentuk dan rupa bunganya. Kalau sekuntum bunga yang dibuat oleh orang yang punya kekuatan sihir dasar api, saat dipegang bunganya akan terasa lebih hangat, sedangkan kalau sekuntum bunga yang dibuat oleh orang yang punya kekuatan sihir bunga, maka bunganya ketika disentuh biasa saja tak ada rasa hangat.
Dan perbedaan lainnya, misal kekuatan dasar api dengan kekuatan dasar bunga. Saat pemilik kekuatan dasar api mengeluarkan api, apinya lebih besar dan lebih cepat menjalar, dibanding orang yang memiliki kekuatan dasar bunga. Jadi, antara kekuatan sihir satu dengan kekuatan sihir yang lainnya ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Selir Linda mengajarkan dengan pelan satu per satu teknik membuat bunga menjadi mekar dan lebih banyak.
"Cobalah, Vaiva! Biar aku melihatnya!" pinta Selir Linda yang dijawab anggukan singkat Eisha.
"Baik, aku akan mencobanya," sahut Eisha. Setelah itu gadis cantik berkulit putih mendekati tanaman bunga yang masih berbentuk kuncup, Eisha melakukan satu per satu teknik yang diajarkan oleh Selir Linda padanya.
"Lah, kenapa kekuatan sihirku tak muncul?" tanya Eisha yang kebingungan, dia menggaruk kepala bagian belakangnya yang tak gatal.
"Baiklah, aku akan mencobanya lagi!" Eisha mencoba beberapa kali sampai membuatnya merasa capek dan lelah.
"Istirahat dulu sebentar," ujar Selir Linda memberi kode agar Eisha duduk di hadapannya.
"Memang perlu berulang kali belajar agar bisa menguasainya," nasihat Selir Linda.
Eisha mengangguk pelan. "Vaiva mengerti," sahutnya.
Amira bersembunyi di balik tanaman bunga berdecak kesal dan marah. Bahkan Selir Linda mau mengajarkan gadis ingusan itu belajar kekuatan sihir? Sebenarnya sihir apa yang kau berikan pada majikanku? Tangannya digenggamnya kuat sampai buku-buku jarinya memutih.