Chapter 40

1033 Kata
"Dan yang lebih takutnya lagi kalau wanita galak itu memberi tahu ke Kaisar Carney dan Selir Linda jadi terlibat bagaimana?" Eisha bertambah bingung dan pusing memikirkannya. "Kalau memang itu terjadi aku yang mengaku dan tak akan melibatkan Selir Linda," ucap Eisha bertekad. Gadis cantik itu bekerja melayani Selir Linda seperti hari biasanya, dan tak ada yang berbeda. Dan dia mengobrol tenang dengan Selir Linda tentang beberapa hal. "Selir Linda, jadi ayahnya Selir Linda seorang Menteri di dalam pemerintahan?" tanya Eisha memastikan lagi. Selir Li baru saja bercerita tentang ayah kandungnya. Selir Linda mengangguk. "Iya, Vaiva," jawabnya singkat. "Selir Linda sendiri anak nomor berapa?" tanya Eisha yang ingin tahu, dia pikir pertanyaan itu wajar saja untuk ditanyakan. Dan pastinya bukanlah pertanyaan yang menyinggung perasaan. "Aku sendiri anak nomor dua dari lima bersaudara satu ayah dan satu ibu. Dan kakak pertamaku laki-laki," jawab Selir Linda dengan jujur. "Oh, berarti Selir Linda anak pertama untuk perempuan, ya?" Selir Linda mengangguk. "Selir Linda, apa punya saudara yang bukan satu Ibu?" Biasanya yang Eisha tahu orang yang jabatan pasti memiliki lebih dari satu istri, entahlah apakah berlaku untuk ayah sang majikan? "Aku punya dua kakak perempuan," ujar Selir Linda, kemudian meminum beberapa tegukan teh hijau yang baru saja dituangkan oleh Eisha. "Kenapa tidak salah satu kakak perempuannya Selir Linda saja yang dinikahkan?" Eisha masih belum mengerti soal itu, dia bertanya dengan pelan yang hanya bisa didengar oleh Selir Linda. "Karena hanya keturunan dari istri sah yang bisa dinikahkan dengan Kaisar," jelas Selir Linda. Eisha di tempatnya duduk di dekat majikan menganggguk-angguk mengerti. "Oh, aku baru tahu," jawab Eisha dengan polos. Sepertinya banyak hal yang tidak dia ketahui dan harus banyak belajar. Oh, wajar saja kalau Selir Linda yang dinikahkan dengan Kaisar Carney untuk memperkuat hubungan antara menteri dengan Kerajaan Harvy, selain itu Selir Linda juga merupakan putri dari istri yang sah, batin Eisha mengangguk mengerti. Meskipun begitu tetap tidak enak, apalagi ini sepertinya pernikahan politik bukan pernikahan yang berdasarkan cinta, pikir Eisha merasa sedikit sedih dengan nasib Selir Linda. "Ya, oleh karena itulah aku yang dinikahkan dengan Kaisar Carney, bukan adik di bawahku ataupun kedua kakak perempuanku," sambung Selir Linda menjelaskan. "Namun menjadi Selir di istana juga punya masa depan yang cerah," hibur Eisha memberikan semangat. Jikapun ingin melarikan diri dari istana tidak mungkin, pasti akan membawa masalah bagi keluarganya Selir Linda. Semuanya sudah terjadi dan tak bisa berubah, hanya bisa bertahan dan menjalaninya. "Iya, Vaiva benar." Selir Linda menarik sudut bibirnya membentuk senyuman. Entah kenapa dia merasa memiliki hubungan yang akrab dengan Vaiva, tak seperti dengan pelayannya yang lain. Bahkan Amira yang sudah bertahun-tahun melayaninya pun masih ada rasa jarak, sedangkan dengan Vaiva terasa dekat dan nyaman ketika bercerita. "Oh, ya, Vaiva, bagaimana denganmu sendiri?" tanya Selir Linda balik. Wanita cantik, berkulit putih itu pun ikut penasaran siapa keluarga si Vaiva? Eisha tampak sedang berpikir sebelum melanjutkan. "Ayahku seorang pedagang dan ibuku hanya di rumah saja. Dan aku punya seorang kakak perempuan angkat," ujarnya. Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu membuat Vaiva dan Selir Linda menoleh secara bersamaan ke arah pintu masuk. "Selir Linda, aku akan membuka pintu terlebih dahulu," izin Eisha, bangkit dari posisi duduk, dan berjalan membuka pintu. Seorang pelayan wanita berjalan masuk ke dalam ruangan, kemudian memberikan hormat pada Selir Linda. Setelah diperintahkan untuk berdiri baru berdiri kembali. "Selir Linda, hamba diperintahkan oleh Permaisuri Celia untuk membawa pelayan yang bernama Vaiva ke Paviliun Phoenix." Pelayan tersebut mengutarakan maksud dan tujuan kedatangannya hari ini. Kenapa Permaisuri Celia memintaku untuk ke ruangannya? Apa kesalahan yang telah aku perbuat? Aku tak melakukan kesalahan kecuali malam itu, apa mungkin wanita galak yang marah denganku waktu malam itu adalah Permaisuri Celia? batin Eisha yang ketakutan, jantungnya berdetak dengan kencang. Aku harus bagaimana? Apa Permaisuri Celia akan perhitungan denganku atas kesalahan yang aku perbuat? Tapi bukankah dia sudah memaafkanku? Eh, dia tak pernah mengatakan telah memaafkanku, hanya saja dia melepaskanku, pikir Eisha yang kacau balau. Selir Linda menatap pelayan tersebut dengan ekspresi yang kebingungan. "Sebelumnya ada perlu apa sampai ingin membawa seorang pelayan dari Paviliun bunga Anggrekku? Apa Paviliun Phoenix kekurangan pelayan?" tanya wanita itu. Dia tak bisa membiarkan pelayan kecilnya sampai dibawa oleh orang kediaman yang lain. Lagipula kenapa harus Vaiva? Di paviliunnya ada banyak pelayan. Dan termasuk hal yang aneh, Permaisuri Celia menginginkan seorang pelayan lagi, padahal di Paviliun Phoenix sudah dipenuhi banyak pelayan. "Maaf Selir Linda sebelumnya, soal itu hamba tak tahu, hamba hanya menjalankan perintah dari Permaisuri Celia," jelas pelayan berpakaian kuning yang artinya pelayan tingkat emas level dua. Di rambutnya terdapat tusuk rambut lonceng emas. Oke, baiklah, aku tak ingin membuat Selir Linda dengan Permaisuri Celia bertengkar karena aku, batin Eisha. Dia harus menjadi orang yang berani dan bertanggung jawab. Eisha dengan berani berjalan dan berhenti di depan pelayan wanita dari kediaman Phoenix. "Aku yang bernama Vaiva," ujarnya dengan mantap. Vaiva, sangat berani, puji Selir Linda di dalam hati menatap pelayan kecil. Meskipun begitu dia masih khawatir takut nanti Vaiva diapa-apain oleh Permaisuri Celia. "Mari ikut aku untuk menghadap ke Permaisuri Celia." Pelayan yang lebih tua memberikan kode pada Eisha agar berjalan mengikutinya. "Selir Linda, jangan khawatir! Aku pasti akan kembali lagi!" ujar Eisha tersenyum pada Selir Linda sebelum berjalan pergi meninggalkan ruangan Paviliun Bunga Anggrek. "Hati-hati!" pesan Selir Linda dengan perhatian. Kedudukan Selir Linda dengan Permaisuri Celia sangatlah jauh, oleh karena itulah dia tak bisa berbuat apapun ketika pelayan kediaman Phoenix membawa pergi Vaiva. Wanita itu berharap agar Permaisuri Celia tak melukai tubuh Vaiva. Ayu yang berjaga di luar pintu pun merasa terkejut dan kaget saat melihat temannya Vaiva dibawa oleh seorang pelayan yang berasal dari Paviliun yang lain. "Ada apa ini? Kenapa pelayan itu membawa Vaiva? Apa Vaiva telah melakukan kesalahan? Tapi itu tak mungkin! Vaiva orangnya 'kan baik, mana mungkin mencelakai orang lain?" ujar Ayu dengan suara yang pelan, yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri. Setiap pelayan dari setiap Paviliun memiliki sebuah identitas berubah token yang biasanya dikaitkan di pinggang. Contohnya Paviliun Phoenix memiliki ciri khas token pelayan berwarna putih dengan sedikit garis warna merah, sedangkan Paviliun Bunga Anggrek memiliki ciri khas token pelayan berwarna putih dengan sedikit warna ungu muda. Untuk pelayan yang tidak bertugas melayani Paviliun, maka tokennya berbeda lagi. Semua itu dilakukan oleh Kerajaan Harvy, agar mudah membedakan setiap pelayan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN