" Tian... Aku... Apa boleh aku minta sesuatu?" tanya Gina. " Tentu saja... Apa itu?" " Apa kita bisa ngobrol sebentar di kamar kamu? Ada yang mau aku bicarakan." ucap Gina sekenanya hanya karena ia tidak ingin kembali ke kamarnya dan menghadapi Niko yang masih betah berdiri di tempatnya dan mengamati mereka. " Tentu saja. Aku juga mau ngobrol sama kamu. Aku rasa kita bisa mulai untuk kembali saling mengenal dan saling terbuka. Aku mau mengenal istri aku lebih dekat." ujar Tian dengan tersenyum dan telapak tangan yang mengusap pundak istrinya dengan lembut. " Dan aku tidak mau lagi mendengar pembicaraan apapun soal perpisahan. Kita baru saja mulai dan kita tidak akan berhenti di tengah jalan." sambung Tian dengan mengacungkan jari telunjuknya dengan tatapan tulus. (" Tian, andai ini s

