SUARA pintu besar dengan cat cokelat gelap itu, terdengar sempurna menemani detak jarum jam yang berada di tengah ruangan lantai dua ini. Mendapati ruangan besar dengan dipenuhi warna hitam dan biru dongker yang saat ini tengah menyapa kedatangan Nasya. Berhasil dibuat takjub dengan berbagai jenis mesin yang biasanya ia lihat di area permainan dalam sebuah pusat perbelanjaan. Entah apa fungsinya, yang jelas Nasya yakin, kalau Derren memiliki semua permainan dengan hiasan lampu warna-warni yang menyala itu hanya sebagai pajangan. Tak lupa dengan sebuah televisi berukuran besar yang terpajang sempurna tepat dihadapan ranjang king size berselimut hitam dengan dua buah stick PS yang tergeletak diatasnya. "Kenapa kita ke kamar lo?" "Mau ke kamar nyokap lo dan gangguin waktu istirahatnya?"

