SUARA langkah kaki yang menggema itu berhasil memenuhi sepanjang lorong rumah sakit ini, suara langkah kaki yang sudah pasti berasal dari arah Nasya dan Derren. Sembari menggenggam erat tangan kokoh cowok itu agar dapat memastikan kalau dirinya tak kembali melakukan hal bodoh lainnya, Nasya terlihat lebih dahulu melangkahkan kakinya cepat menuju ruang operasi. Berusaha mencapai tempat yang sempat Arga infokan mengenai keberadaan Al saat ini. Sesekali, manik abu itu terlihat menolehkan kepalanya. Mencoba memeriksa keadaan Derren yang sialnya tengah tak baik, sangat terlihat dari ekspresi cemas dan tambahan mata memerah itu. "Nyet! Disini!" Dari jarak yang cukup jauh, Nasya dapat melihat jelas sosok Richard yang kini tengah melambaikan tangannya dengan ditemani beberapa sosok yang cukup

