Atma melihat Kala sekarang, wanita itu kini berada di hadapannya dengan senyum yang berada di bibirnya seperti menyapa Atma tapi Atma sama sekali tak membalasnya bahkan sampai persidangan ini selesaipun Atma sama sekali tidak fokus. Sebab entah mengapa, Kala dan tentangnya memenuhi setiap sudut kepala Atma. "Mas.." panggil Kala pelan yang membuat pandangan Atma tak sama sekali turun, ia tetap memandang Kala. Satu, dua, tiga, tak ada jawaban dari Atma. Kala masih diam di tempatnya. Kala kembali menghitung dalam hati. "Kal?" ucap Atma saat ia tahu Kala mulai mengambil langkah untuk menjauh dari hadapannya dan Demi Tuhan, Atma tak akan membiarkannya. Kala berhenti, ia menatap Atma. melemparkan tatapan yang berisi pertanyaan 'kenapa?' dan 'apa?' "Mau berjalan-jalan sebentar?" kata Atma

