Bimo mengangguk. "Benar, Hera. Kata Darma, Jessy sakit keras setelah kau pergi dari rumah suamimu. Setiap hari Jessy selalu menanyakanmu apakah kau sudah pulang ke rumah atau tidak. Dia sedih dan mengkhawatirkanmu hingga membuat kondisinya semakin memburuk. Sampai kemudian dia menghembuskan napas terakhirnya dua tahun yang lalu," papar Bimo memberitahu Hera tentang apa yang dialami oleh ibu mertuanya yang sangat menyayanginya itu. Hera mendesah, matanya menatap nanar ke depan seraya menghempaskan punggungnya pada sandaran sofa. "Mama Jessy. Ya Tuhan! Maafkan aku, Ma. Aku sudah membuat Mama sakit dan khawatir," bisik Hera. Tentu saja Hera sangat terkejut mendengar kabar kematian Jessy. Mengingat Jessy adalah ibu mertua yang menganggap Hera bukan hanya sebagai menantu, melainkan seperti p

