26. Bermain Cahaya

2100 Kata

Semuanya menjadi sulit saat matahari mulai terbenam. Semua pelita di jalan tidak dinyalakan. Rumah-rumah unik itu tertutup tanpa penerangan di dalamnya. Rien menengok kanan-kiri, semuanya sama. Dia menahan pertanyaannya pada Hunara karena tangan kanan Zaro itu diam sedari keluar dari istana. 'Ini agak aneh. Apa Hunara benar-benar hanya lelah? Apa aku bertanya saja?' pikir Rien. Melirik Hunara yang terus memandang ke depan. Sebentar lagi mereka memasuki area pasar. Di sana pun nampak gelap. 'Bukannya pasar ini kalau malam masih ramai seniman? Kenapa sekarang... Kosong?' batin Rien. Dahinya mulai berkerut. Sungguh dia mulai curiga. 'Ini pasti terjadi hal buruk,' pikir Rien. "Hunara," panggil Rien. "Hmm?" hanya itu yang terlontar dari mulut Hunara. "Kenapa malam ini begitu gelap?" tan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN