22. Takdir

2147 Kata

 Semua orang terkejut. Sontak Zaro memeriksanya, tetapi Rien menepis tangannya kasar.  "Rien, tubuhmu rusak!" Zaro membentak Rien.  "Aku tidak peduli. Lebih baik jika gadis ini mati, hahaha. Katakan bagaimana caranya menyentuh tinta ini!" paksa Rien yang tak lain bayangan hitam.  Zaro semakin menatapnya tajam. "SEMUANYA, BERBALIK!" Zaro marah. Darmuroi, kepala seniman, pelayan, prajurit, dan semua penghuni istana berbalik badan menuruti perintah. Hanya dari dan Rien yang saling berhadapan. Tanpa bicara, Zaro merobek pakaian Rien di bagian d**a.  "Apa yang kau lakukan?!" bayangan hitam berusaha menghalau Zaro. Namun, Zaro sekuat tenaga memegang Rien hingga tidak bisa dijauhkan oleh bayangan itu. Di terkejut. "Astaga! Semuanya lebam!"  Rien tersenyum miring, "Mau tau bagian mana lagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN