Gemerlap bintang di langit menjadi bahan imajinasi yang tak bisa dilihat bagaimana wujudnya. Melukis di udara bukanlah mudah. Dia harus mengingat setiap garis, bagaimana satu sisi ditarik ke sisi lain. Zaro memperhatikan Rien yang teramat fokus. Dia bahkan bingung dengan gerakan kuas yang meliuk-liuk di udara. "Serang mereka yang menjadi musuh kerajaan Rurua. Buat mereka tak sadarkan diri tanpa ada yang tersisa. Pergilah!" ucap Rien setelah selesai melukis. Seketika lukisan itu terbentuk. Ribuan panah bercahaya keluar dari langit awan putih tinta itu dan melintas di atas mereka menuju selatan. Rien tersenyum kagum sampai tangannya yang memegang kuas gemetar. Zaro tak bisa berkata apapun. Dia pun kagum mengikuti arah panah-panah itu menghilang di udara lewat pandangan. "Semoga berhas

