Bimo mengantar Dwi pulang ke kos nya.
"Terimakasih ya Mas. Udah anterin aku pulang diajak makan. "
"Sama-sama, kalau mau malam minggu kita makan bareng lagi cari tempat yang bagus. "
"Gak lah. Aku gak cocok ketempat seperti itu. Kita beda kelas. " Dwi sambil tertawa.
"Gak ada namanya Beda kelas. oh ya.. aku gak perduli kalau kamu masih cinta sama mantan kamu. Asal aku bisa ketemu sama kamu dan sesekali bisa bareng, aku udah seneng. Aku berharap kamu masih mau menerima lamaran ku. Aku akan tetap menunggu. "
"Ya ampun Mas. " Kata Dwi heran dengan sikap keras kepala Bosnya.
"Mat Tidur ya. Suatu saat aku disamping kamu. " Kata Bimo sambil masuk kedalam mobil dan melaju.
Sikapnya bikin meleleh tapi Dwi masih bingung dengan perasaan nya. Dalam lubuk hatinya dia masih cinta dan rindu dengan mantan pacarnya Aryo.
Alasan dulu Dwi Putus dengan Aryo karena saat itu Aryo lebih peduli dengan Sahabat karibnya Tya. Seakan persahabatan mereka lebih penting dari hubungannya dengan Dwi. Akhirnya Dwi mengalah, karena Dwi yakin antara Aryo dan Tya gak sebatas sahabat. Baginya tak ada sahabat antara wanita dan pria dewasa. Dan benar saja pada akhirnya Aryo dan Tya menikah. Sejujurnya itulah awal kehancuran Dwi dan membuat Dia tak ingin berhubungan lagi.
Berberapa hari kemudian......
Bimo masuk kerja dengan semangat seperti biasa. Saat masuk mau masuk ke ruang kerjanya ia terhenti ketika melihat meja kerja Dwi kosong.
"Kemana Dwi?" Tanya Bimo dengan Silvy penasaran.
"Dwikan cuti pak, 3 hari. Katanya dia mau liburan sambil mau kondangan ke teman Kuliah nya dulu. " Jawab Silvy.
"Kok gak ngomong ke saya sih. " Bimo bertanya-tanya.
"Saya gak tau pak. " Jawab Silvy.
Kemudian Pak Bimo masuk kedalam ruangan langsung menelpon Dwi.
"Hallo"
"Iya mas Hallo. "
"Kok kamu gak bilang sih mau cuti? " Tanya Bimo agak marah.
"Emang kenapa pak? Aku setahun ini baru cuti hari ini. " Kata Dwi yang sedang dalam perjalanan naik kereta menuju Bandung.
"Iya gak p2 kamu cuti tapi harusnya kan ngomong ke Aku. Kamu mau kemana? "
"Aku mau Me Time Mas. Nanti ada kondangan ke temen kuliah. " Dwi sambil melihat pemandangan diluar jendela kereta.
"Ketemu mantan kamu juga? " Tanya Bimo khawatir.
"Gak tau. Kemungkinan Dia diundang tapi gak tau datang atau tidak. Kayanya dateng deh. " Jawab Dwi sengaja memanasi Bosnya.
Bimo menutup teleponnya. Kemudian keluar dari ruangan menuju meja Dwi, ia kemudian membongkar-bongkar berkar yang ada dimeja. Dan ketemu. Sebuah undangan pernikahan beserta alamatnya.
Bimo bergegas parkiran dan mengendarai mobilnya. Ia berinisiatif untuk pergi ke tempat Dwi berada.
Sepanjang perjalanan Bimo sedikit cemas, entah apa yang dikhawatirkan.Setelah 4 jam perjalanan.
"Hallo." Bimo menelpon Dwi dg TWS sambil berkendara.
"Iya mas." Dwi sedang menikmati kasur yang baru ditidurinya. Dia merasa lelah setelah perjalanan. Sebelum sampai ke hotel Dwi sempat berjalan-jalan dulu untuk berwisata kuliner.
"Kamu nginep dimana? " Tanya Bimo.
"Kenapa mas, kok tanya. Emang kalau kau bisa Mas bakal kesini? " Kata Dwi sambil tersenyum becanda.
"Iya aku mau kesitu. " Jawab Bimo.
"APAAA??? " Dwi kaget dan bangkit dari rebahan nya.
"Iya aku mau ke hotel tempat kamu nginep. " Kata Bimo.
"Jangan becanda deh. " Kata Dwi belum percaya.
"Aku gak bercanda. Ini aku udah sampe kota Bandung. Kamu nginep dihotel mana sih. " Jawab Bimo.
"Ngapain sih jauh-jauh kemari. Ada-ada aja sih. Jangan gila deh. " Kata Dwi.
"Kayanya aku emang udah gila. Aku gak mau kamu ketemu mantan kamu. " Kata Bimo.
"Ya ampun. Itu kan gak tau beneran ketemu atau enggak. Lagian kalau ketemu emang kenapa? "