Seusai pulang kantor Bimo mengikuti Dwi yang berjalan dipinggir trotoar dengan mobil. Mobil melaju pelan sepelan jalannya Dwi.
Dwi melirik-lirik ke mobil itu, dia tau kalau itu mobil bosnya. Ia merasa kesal dan bertanya apa maksud Bimo seperti itu. Kemudian mobilnya berhenti, Bimo turun dari mobil.
"Aku anter yuk. "
"GAK."
"Kok masih jutek aja sih. "
"Siapa yg jutek. ?! "
"Kalau gak jutek, mau donk aku anterin. Aku ngomong santai aja ya. Aku kamu. Selagi diluar kerjaan. "
Mereka saling menatap. Dwi akhirnya luluh juga. Daripada daripada dibilang jutek terus.
Sepanjang jalan Dwi hanya Diam, sesekali Bimo melirik dengan tersenyum.
"Makan dulu yuk."
"Aku gak laper. "
"Bohong."
"Aku gak mau makan. Aku mau langsung pulang. "
"Makan dulu ya, ada tempat bagus. "
Bimo menuju tempat makan tanpa perduli apa Dwi. Sebenarnya sikap Bimo sudah manis banget tapi Dwi tetap juga belum mau menerima hatinya.
Sesampainya ditempat makan, yang cukup indah. Dwi menurut saja ajakan Bimo. Awalnya ia ragu karena itu sebuah hotel. Berada di Lantai 17 sebuah hotel ditengah kota. Terlihat pemandangan metropolitan dari atas sana.
Bimo memilih menu sedang Dwi melihat keluar kaca jendela besar.
"Indah ya. " Bimo tersenyum.
Dwi hanya mengangguk.
"Kalau kamu mau nikah sama aku, aku ajakin kesini kapanpun kamu mau. " Bimo terseyum menggoda.
"Apaan sih. "
"Aku pengen tau alasan kamu menjomblo lama-lama.? " Tanya Bimo santai.
"Karena belum ada jodoh aja. "
"Siapa tau jodoh kamu itu aku. Aku kan udah siap banget nih. Lahir batin. " Bimo tertawa.
"Pede banget. Kamu tuh bukan tipe ku. "
"Emang tipe kamu kaya gimana? Nanti aku menyesuaikan. "
"Aku tuh suka cwo yang romantis. Bisa nyanyi terus pandai main musik. "
"Aku gak bisa nyanyi dan main musik. Tapi kalau kamu mau aku panggilin penyanyi favorit kamu kesini nanti. "
"Dih... Bukan yg kaya gitu. Kamu fikir aku kaya cwe yang suka cwo cwo tajir kek gitu ya? "
"Oh.. jadi maksud kamu, tipe kamu tuh cwo2 bad boy yang pinter nyanyi pake gitar terus main kerumah sambil nyanyi-nyanyi gitu atau nyanyi depan gang pas balik kerja????? Aku yakin kalo cwo cwo kaya gitu sih... Jarang ada yg mau berkomitmen. Mau nya Have fun aja. " Kata Bimo panjang lebar, kemudian makanan pesanan mereka datang.
Bimo menjawab santai. Tapi bener juga apa kata Bimo. Dulu mantannya cwo bad boy yang romantis tapi ternyata mau have fun aja.
Mereka makan sambil melihat pemandangan sambil mengobrol.
"Alasan terakhir kamu putus apa? " Tanya Bimo lagi.
"Tanya mulu, lah kamu alasan kamu putus apa?! " Jawab Dwi tanya balik.
"Aku belum pernah berpacaran. Selama ini aku pernah suka Cwe sebatas suka dalam hati aja. Aku tak pernah berniat buat berpacaran. Atau serius baru kamu aja. "
"Emang kamu biasa gitu ya. Blak blakan orang nya. "
"Iya donk, aku suka yg to the point. Gimana kalo kita nikah aja. Minimal kita gak ditanya lagi kapan nikah! Terserah kamu mau gimana yang penting kamu gak jadi milik orang lain. "
"Apaan sih. Emang nikah main main apa! "
"Aku gak pernah main main. Selama ini aku serius. "
"Aku gak bisa nikah, sama orang yg gak aku cinta. "
"Memang saat ini ada orang yg kamu cinta. "
"Ada Mantan aku. Dia kaya yg kamu bilang, bad boy, romantis tapi mau nya have fun aja."
Bimo kecewa mendengarnya. Tapi ia tegar dan bersikap biasa.