11. Karyawan Baru

580 Kata
Keesokan paginya Dwi berangkat kerja seperti biasa. Ia terlihat cerah karena urusan pengunduran dirinya sudah case close. Setelah masuk karyawan lain sedang berbisik-bisik. "Ada apa sih? " Tanya Dwi yang berusaha menimbring saat yg lain bisik-bisik. "Ada karyawan baru. " Kata salah satu teman Dwi. "Oh. kok heboh. " Dwi bingung difikir nya itu sangat berlebihan. "Pengganti sementara Pak Setyo. Katanya pak setyo lagi operasi. Gantinya Cwe cantik Seksi. Namanya Lana. " Kata teman yg lain. "Oh... " Dwi mulai penasaran tapi ia berusaha santuy dan kembali ke tempat meja kerjanya. Setelah 2 jam bekerja, sosok yang jadi hot line news dikantor akhirnya keluar dari ruangan Bimo. Cwe seksi dengan penampilan hot. Dwi ikut ternganga melihat nya tapi ia berusaha santai melihat wanita itu. "Kayanya bakal jadi saingan kamu tuh. " Kata Silvy. "Saingan apa sih. " Dwi berusaha tak peduli. Saat istirahat tiba Bimo datang ke meja Dwi. "Makan bareng yuk" Ajak Bimo manis sopan. "Maaf Pak saya sedang sibuk." Tak memandang bos nya dan tetap melihat layar komputer. "Kenapa sih kok jutek gitu." Tanya Bimo. "Maaf Pak, saya sedang sibuk." Jawab Dwi kemudian tersenyum terpaksa. "Inikan udah waktunya istirahat. Perut kamu harus diisi loh, aku gak mau kamu sakit." "Tenang Pak aku bawa bekal kok. Bapak ajakin aja Sekretaris baru bapak seperti nya dia nganggur.. " Kata Dwi marah gak jelas. "kamu cemburu!?" Bimo lirih. "Apaan sih Pak. " "Kalau kamu cemburu, aku bahagia banget loh. Walaupun kamu panggil Pak Pak lagi. " Bimo tersenyum melihat Dwi. Dwi kemudian menatap tajam ke arah Bimo. Kemudian dia langsung beranjak pergi dari kursi kerjanya tanpa menghiraukan Bimo menuju kamar mandi. Kemudian ia mencuci muka, saat dikamar mandi dia bertemu dengan Sekretaris baru Bimo. "Jadi kamu cwe yang disukai Pak Bimo ya" Tanya Lana kemudian menebalkan bibirnya dengan lipstik merah menyala. Dwi hanya diam kemudian melirik kearah Lana. Kemudian Lana berdiri didepan Dwi, menatap Dwi dari ujung kaki sampai ujung kepala. "Kalau kamu gak mau, Pak Bimo buat aku aja ya. " Lana tersenyum pada Dwi. Dwi kemudian merasa muak dengan tingkah Lana. "Sok cantik banget sih. iyuuuuh. " Kata Dwi kemudian ia menuju kantin dan memesan Roti isi. Dari kejauhan ia melihat Bimo yang sedang berjalan dengan Lana menuju parkiran mobil. Sepertinya mereka akan pergi bersama. "Bodo amat. Emang aku pikirin. " Kata Dwi sambil menyantap roti yang dipegangnya. Padahal dalam hati Dwi sangat terganggu dengan ini. Saat kembali keruangan ia mengobrol sambil kerja dengan Silvy. "Kamu liat gak sih. Kayanya si Lana tipe orang yang suka godain cwo. Kamu gak khawatir Dwi. " "Buat apasih Khawatir. " "Jangan bohong deh sama perasaan kamu. Mending kamu gak usah jaim jaim deh. Tinggal bilang suka susah amat sih. " "Ih apasih. Jangan kenceng-kenceng ngomong nya. " "Pengumuman Pengumuman Tau gak sebenernya Dwi itu suka sama..... " Silvy berbicara lantang di tengah ruangan. Tapi keburu Dwi menutup mulutnya. Saat itu Bimo datang. "Eh maaf Pak. " Silvy kembali duduk. Dwi dan Bimo saling menatap kemudian kemudian Dwi kembali duduk dikursinya. Bimo kemudian masuk kedalam ruangan. Terlintas Dwi dipikiran nya. Kemudian Lana masuk kedalam ruangan. "Lan bisa minta tolong. " Bimo berbicara dengan serius. "Iya Pak, ada yang bisa saya bantu. " Kata Lana Sumringah. "Selama kamu bekerja disini tolong mulai besok pakaian kamu lebih sopan ya! Terus Make Up kamu juga yang natural aja. Kalau terlalu Bold kesannya kamu kaya kerja di tempat hiburan. " Kata Bimo sangat jelas. Lana Terdiam sejenak. "Baik Pak. " Jawab Lana sangat terkejut, kecewa dan marah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN