10. Datang kerumah

601 Kata
Saat minggu tiba, Bimo benar-benar datang kerumah orang tua Dwi. Ia membawa makanan untuk orang tua Dwi. Saat itu Dwi juga sudah ada disana sedang mencuci piring.Saat tiba Bimo disambut hangat oleh ibu Dwi. Sedang Dwi pura-pura tidak tau. "Eh... Nak Bimo, Silahkan masuk. Duduk dulu, ibu bilang dulu sama Dwi untuk bikin minuman. " "Iya Bu. " Jawab Bimo kemudian Duduk santai. Dwi masih pura-pura tak tau kehadiran Bimo. Ia seakan asyik mencuci piring sambil menahan senyum. "Ada Bimo datang, cepet bikinin minuman. " Kata Ibu Dwi penuh semangat. "Iya.iya... " Kata Dwi seakan malas melaksanakan perintah ibunya. Sedang dalam hati dia tersenyum. Ibu kembali ke ruang tamu sambil berkata kalau ayah Dwi sedang tidak ada dirumah. "Gak p2 Bu. Saya cuma sebentar aja, kebetulan tadi lewat di baso aci akang kesukaan ayah Dwi. " Jawab Ibu. Dwi kemudian membawa minuman ke ruang tamu. Dwi hendak kembali masuk kedalam. "Jangan masuk atuh. Temani Nak Bimo dulu, soalnya tadi Ibu dipanggil Bu RT ada kumpulan Ibu PKK. " Kata Ibu Dwi. "Kok jadi aku sih bu. " Kata Dwi cemberut. "Lah kamu kan temen nak Bimo. " Kemudian Ibu Dwi pamit pada Bimo dan melangkah pergi. Dwi akhirnya duduk dengan perasaan malu. "Kok datang sih. " Tanya Dwi. "Kata kamu ayah kamu nyariin. " Kata Bimo. "Itukan basa basi. " Kata Dwi mencari alasan. "Oh basa basi. Aku minta maaf ya kalau kamu terganggu. " "Santai aja. " Dwi masih saja menyebalkan. "Langitnya cerah, jalan yuk. " Ajak Bimo. "Kemana? " Tanya Dwi. "Kamu suka kemana??? " Bimo antusias. "Aku suka dirumah. " Kata Dwi. "Oh... ya udah. Aku juga suka dirumah sih. Kita sama ya... Suka dirumah. Kalo serumah asyik kali ya. " Kata Bimo sambil bercanda. "Gak lucu. " Dwi tersipu dalam hati. Bimo hanya tertawa. Mereka ngobrol lama, tentang hal sepele dan sedikit gak jelas. Tapi mereka menikmati obrolan sampe tak terasa ternyata 2 jam Bimo disana. Kemudian Ayah dan Ibu Dwi pulang ke rumah bersamaan. Saat itu juga Bimo pamit pulang karena ada kerjaan mendadak. Ayah dan Ibu Dwi terlihat sangat bahagia melihat sepertinya Dwi mulai membuka hati. Saat pulang ke Kosan Dwi naik busway, sepanjang perjalanan Dwi tersenyum sipu mengingat saat dia ngobrol dengan Bimo. Dia tak menyangka orang yg selama ini dia benci ternyata punya sisi lain yang Dwi suka. Saat sampai dirumah Silvy telepon. Silvy bertanya kelanjutan hubungan Dwi dan Bimo. "Gak lanjut apa apa kok! " "Ah yang bener???? Tapi kok auranya beda yaaaa.. Kaya ada bunga bunga kalo kalian itu papasan dikantor. " "Apaan sih!? Aku kan cuma mau memperbaiki keadaan! " "Terus kamu jadi keluar kerja gak??? Waktunya seminggu lagi lohhhh. " "Iya sih... setelah Pak Bimo gak kaya kemarin., aku kembali nyaman aja dikerjaan. " "ya udah kamu bilang aja gak jadi keluar. " "Tapi malu banget, gimana dong. " "Kayanya kalo kamu gak jadi keluar dia bakal seneng deh. " "Iya tapi aku nya tetep malu. " "Makanya jadi orang jangan gegabah. " "iya juga sih. Eh udah dulu ya. " Kemudian obrolan mereka terputus setelah Dwi melihat ada pesan jadi Bimo. 'Malam Dwi, lg apa?' Tanya Bimo melalui pesan. 'Lagi rebahan aja. ' 'maaf y tadi siang buru-buru pulang. Ayah atau ibu ada omongan apa!? ' 'gak p2 kok. ayah & Ibu juga biasa aja. " 'oiya mengenai, kamu yg waktu itu mau keluar kerja... ' Dwi langsung deg degan membaca pesan itu. 'Gimana kalau gak usah keluar. Kamu udah nyaman kan aku gak ganggu kamu lagi. ' 'Masih ganggu sih.' 'Oh.. aku masih ganggu km y. ' 'dikit. tapi gak p2... aku gak jadi keluar kok. '
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN