Bab 18. Sebuah Janji

1510 Kata

"Apa yang harus dibayar penuh?!" Tanya Ken, langsung membuat keduanya terkejut bukan main. Terlebih Kasandra, dia membulatkan matanya. Tak bisa dipungkiri, lutut Kasandra lemas sekarang setelah ia diketahui oleh suaminya—Ken. "K-ken..." Kasandra bangun. Dia berusaha untuk menetralkan ekspresinya sekarang agar tidak terlalu kentara. Dia mendekati Ken dan masih menggendong bayi itu. "Sayang, kamu kemana saja?. Aku pikir kamu terlalu asik di ruangan bayi sampai tak balik-balik, tapi setelah aku cari ternyata tidak ada." Kata Kasandra. Terdengar jelas kalau suaranya bergetar. Ken melengos. Dia menghindar dari Kasandra, malah lebih memilih untuk menghampiri wanita itu. Ia berdiri di hadapannya, sembari berkata, "silahkan bawa kembali bayi itu dan jangan temui istri saya lagi. Apakah kalia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN