Clara hampir tak percaya dengan ucapan Clive, menikah? Dengan sahabatnya? Oh God ini bencana! Kenapa tiba-tiba Clive menikah dengan Zanna dan sejak kapan mereka begitu dekat. Clara masih terpaku di depan kamar, dia setengah mati bingung dengan apa yang kakaknya ucapkan.
“Kak, this is crazy,” ucap Clara. Clive melirik jamnya, sudah pukul tiga pagi. Para perias sudah datang menanti di bawah. Clive memegang bahu adiknya, dia menatapnya lurus.
“Clara, kamu ke bawah bukain pintu buat MUA, terus mandi. Kamu juga butuh dirias, cepetan!” bentak Clive yang membuat Clara tiba-tiba panik dan turun ke bawah. Sungguh ini tak masuk akal bagi Clara, terlalu terburu-buru. Padahal semalam dia yakin Clive tidak mengatakan apapun.
Clara membuka pintu rumah dan benar saja sudah banyak orang di depan, dia terkejut halaman rumahnya sudah di dekorasi sebagus mungkin seolah menjadi taman indah, pernikahan outdoor. Ini benar-benar seperti mimpi, bahkan ada lampu hias serta bunga-bunga yang cantik di seluruh halaman rumah Clara. Clive benar-benar menyulap semuanya dalam semalam.
“Ayo mbak, mau kami rias dulu?” tanya salah satu MUA. Clara masih tercengang, dia bingung harus bagaimana.
“E ... iya tapi saya mandi dulu.”
Clara lalu ke kamar orang tuanya, keduanya sedang tertidur pulas sembari berpegangan tangan. Pemandangan manis yang selalu Clara lihat setiap hari.
“Mama! Papa!” teriak Clara. Dia mengguncang bahu kedua orang tuanya. Mereka seketika terbangun, ibu Clara terlihat masih mengantuk.
“Ada apa Clara? Ini masih pagi,” ucapnya.
“Ma, kak Clive mau nikah sama Zanna!” ucap Clara langsung. Orang tuanya sangat terkejut mendengar ucapan Clara. Terutama ayahnya, mereka langsung naik ke atas untuk menemui Clive, mereka hampir jantungan ketika Clive memangku Zanna dan mencium lembut bibirnya.
Ayahnya langsung menutup mata Clara dan membawa anak gadisnya turun.
“CLIVE!” bentak ibunya. Seketika Clive langsung melepas ciumannya, awalnya dia hanya iseng kepada Zanna, dia ingin latihan ciuman agar tidak canggung saat pernikahan nanti.
Zanna seketika memerah wajahnya, keduanya tertangkap basah.
“Katakan sama Mama, apa yang terjadi?” ucap ibu Clive sembari melipat tangannya di d**a.
Mendengar keramaian di luar, apalagi terdengar ada truck masuk ke dalam rumah, ibunya berjalan menuju ke arah jendela, membuka gorden dan membulatkan matanya. Catering dan dekorasi sudah datang. Bahkan terkejut ketika melihat halaman rumahnya yang luas tiba-tiba berubah sudah siap untuk acara pernikahan.
“Ma, ini ... aku memang cinta sama Zanna,” ucap Clive. Sayangnya akting Clive sangat buruk di depan ibunya, tidak semudah itu untuk meyakinkan orang yang telah melahirkannya, Clive sangat mudah ditebak, tidak mungkin dia menikahi Zanna yang usianya jauh sepuluh tahun dibawahnya dengan alasan cinta. Zanna mengeratkan cardigannya, kepalanya menunduk, suasana menjadi canggung. Ayah Clive naik dan menatap Clive dengan tajam, Zanna ikut takut melihatnya. Clive lalu menarik Zanna lebih dekat, menyentuh pundaknya.
“Aku memang cinta sama Zanna Ma.”
Kalimat itu terdengar menggelikan di telinga Zanna, dia ingat bagaimana dia dengan Clara berteman, selama ini Zanna selalu menganggap Clive sebagai kakak, tidak lebih. Bahkan mereka tidak terlalu akrab. Zanna juga jarang bertemu dengan Clive.
“Kamu tau kan pernikahan bukan main-main, kenapa ini mendadak?” ucap ayah Clive.
“Iya, aku sangat tau Yah kalau pernikahan bukan main-main, itu kenapa aku serius sama Zanna,” ucap Clive. Ayah dan ibunya masih termenung dan bingung dengan sikap anaknya. Clive selama ini tidak memiliki kekasih manapun, tetapi tiba-tiba ingin menikahi teman adiknya.
“Nanti kita bicara lagi, kamu sudah terlanjur mengundang orang dan memanggil MUA dan WO, jadi yasudah, ayo siap-siap.”
Zanna hanya bisa terdiam, dia sungguh tak tau harus mengatakan apa. Dia seolah sudah tidak lagi punya harga diri untuk berdiri di hadapan semua orang.
“Zan, lihat mata aku. Kita akan menikah, akan menjadi suami istri. Aku meminta setidaknya kamu percaya diri dan tersenyum. Aku Clive Alvaro, akan menikahi kamu Zanna.” Clive menatap mata Zanna dengan sungguh-sungguh, tatapan mata itu membuat Zanna merasa lebih damai. Dia tersenyum dan mengangguk. Clive mencium kening Zanna dan mengajaknya untuk turun. Orang tuanya yang melihat hal itu merasa agak percaya jika Clive mungkin memang mencintai Zanna.
Acara pernikahan sangat mewah, walaupun di rumah, namun dekorasi yang Gavin pesan sangat terkesan mewah dan anggun. Clive menyematkan cincin pernikahan kepada Zanna saat acara pernikahan. Tangan Zanna bergetar, namun sebisa mungkin dia sanggup dan menguatkan hati. Semua bersorak bertepuk tangan, Clive menarik pinggang Zanna dan menciumnya tepat di bibir gadis muda itu. D
Pernikahan yang begitu cepat terjadi begitu saja, Zanna dan Clive kini duduk di depan orang tua Clive. Mereka saling bercengkrama, orang tua Clive memberi tau kepada mereka untuk tidak hamil terlebih dahulu, karena Zanna masih sekolah. Selain itu mereka juga memberi tahu bahwa sebisa mungkin Clive menjaga Zanna dengan baik. Clara begitu bahagia, dia sampai menangis karena terlalu senang, tidak menyangka jika sahabatnya menjadi kakak iparnya sendiri.
Clive dan Zanna lalu berkemas, mereka akan pindah untuk ke apartemen Clive. Sengaja karena tempatnya lebih dekat dari kantor Clive dan sekolah Zanna. Mereka kini berdua di kamar, Zanna mengemasi pakaiannya sembari melamun, dia masih tidak menyangka cincin bermata satu ini pas di jemarinya. Dia merasa seperti melakukan pernikahan kaget. Tiba-tiba dan dalam sehari Clive bisa melakukan semua ini. Dia melihat Clive yang menatap ponselnya sembari tersenyum bahagia, entah apa itu Zanna tak tau.
“Kak, kita mau pindah kemana?” tanya Zanna.
Clive menoleh ke Zanna, menatap istrinya yang masih belia. Dia menertawai dirinya sendiri seolah menikahi adiknya.
“Jangan panggil aku pakai sebutan kak.”
Clive baru tau jika beda usia mereka cukup jauh, berbeda hampir sepuluh tahun, saat melihat data diri Zanna dia sangat shock ternyata menikahi yang cukup jauh umurnya dengannya.
“Terus aku panggil apa?” tanya Zanna sembari mencoba menutup resleting koper namun dia kesusahan. Clive maju untuk membantunya, dia menutup dengan mudah karena lebih kuat.
“Mas aja biar terdengar mesra.”
Entah kenapa ucapan Clive malah membuat pipi Zanna merona, dia sangat malu saat ini. Menikah berbeda usia seperti ini membuat Zanna seperti memiliki suami yang melindunginya.