Asoka masuk ke dalam mobil setelah mereka berpamitan kepada keluarga Aldo. Asoka duduk di bangku belakang dengan wajah yang dia tekuk. Kepalanya dia sandarkan pada kaca jendela. Matanya mencoba terpejam berharap dia segera larut dalam mimpi yang indah. Namun nyatanya bayangan itu terus datang, bayangan ketika keluarga Aldo menolak keputusannya. Siapa saja pasti juga akan bereaksi sama. Menolak keputusan bodoh yang menghancurkan semua rencana yang sudah matang. Meninggalkan rencana pernikahan demi mengejar mimpi yang belum pasti. Bahkan setelah ini dia berpikir akan kemana setelah dia menyelesaikan pendidikan tarinya itu. "Kita mampir kemana dulu?" tanya Pak Ratno lirih. Dia melirik ke bangku belakang dan melihat putri semata wayangnya murung membuat dia tidak tega. "Langsung pulang s

