Dia Datang

1122 Kata
Ancaman yang di lontarkan oleh red bulls seolah menjadi ancaman besar bagi Leo dan tentunya Vincent. Anna saat ini benar-benar tidak aman. Ancaman yang dilayangkan oleh Roger bukanlah hal yang sepele melainkan ini adalah sesuatu yang wajib untuk diwaspadai. Tidak ada yang tau pasti seperti apa Roger menyusun rencana untuk melukai Anna, yang pasti saat ini ia hanya perlu untuk berhati-hati. "Ancaman yang Roger katakan itu bukanlah ancaman biasa. Kita tidak tau rencana apa yang telah mereka susun untuk menjatuhkan kita," ucap Leo. "Benar, ini bisa menjadi boomerang untuk kita. Terlebih lagi target mereka adalah Anna, gadis polos itu bahkan tidak tau apapun. Bagaimana bisa ia menghadapi semuanya sendirian?" balas Vincent. Leo bangkit, ia beranjak menuju meja panjang yang terletak di rumah Vincent. "Haruskah kita mengutus Joshua atau Christ untuk melindungi Anna?" Tiba-tiba terbersit di otak Vincent untuk menyuruh Joshua dan Christ untuk melindungi Anna dan juga untuk mengawasi rumahnya terhadap serangan yang mungkin akan mereka lancarkan. "Aku tau mereka tidak akan pernah setuju. Lagipula mereka semua telah tau bahwa Anna adalah putri satu-satunya yang dimiliki oleh James. Aku bahkan tidak bisa menjamin mereka akan menjaga gadis itu dengan baik." Vincent meneguk minumannya dengan sekali tegukan, "Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Apakah hanya duduk diam menanti Anna dihabisi?" Leo menoleh, ia juga bingung. Tapi mengapa Vincent selalu mendesaknya? "Apa menurutmu aku sedang tidak berpikir? Aku sedang berusaha, apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan gadis itu. Situasi seperti ini membuatku sangat muak." Leo membanting gelasnya ke lantai dan berlalu menuju kamarnya untuk menenangkan diri. "Mengapa segalanya menjadi sangat rumit?" *** Leo melangkah keluar dari balik pintu kaca balkonnya, perhatiannya mengarah pada kamar Anna yang lampunya masih menyala. Rasanya semua menjadi sangat sulit. Leo tidak menyangka bahwa Roger dan teman-temannya akan melakukan hal itu. Bahkan Leo sendiri tidak menyangka bahwa sasaran anak-anak red bulls adalah Anna dan tentu itu bisa melumpuhkan Leo. "Apa yang gadis itu lakukan sampai belum tidur? Apa mungkin ia merasa sangat gelisah dan khawatir?" ucap Leo membatin. Dilain sisi, Anna sedang membaca buku yang ia beli tadi di toko buku sambil menganalisis dengan peristiwa yang terjadi untuk tahun sekarang. Menurut informasi yang Anna ketahui, gang motor atau yang lainnya marak beberapa tahun terakhir, dan kebanyakan dari gang-gang itu adalah orang-orang yang merusak negara sendiri. "Berarti gang motor memang bukan hal biasa lagi di kota ini melainkan hal yang lumrah. Tapi mengapa mereka tidak melakukan sesuatu padahal tau bahwa kehadiran gang-gang ini sangat merugikan masyarakat, mengapa mereka hanya diam saja?" Anna membuka lembaran buku bertuliskan black catcher. Disana ada gambar Leo, dia masuk dalam buku? Tapi bagaimana mungkin? Rupanya, Black Catcher didirikan oleh Leo sendiri. Ia menjadi ketua gang selama 3 tahun terakhir, waktu yang cukup lama sehingga bisa menguasai beberapa daerah yang ada di kota ini. Setelah muncul black catcher ternyata banyak gang-gang yang bermunculan hanya untuk menghancurkan black catcher. Gang yang Leo pimpin memiliki banyak sekali musuh. Tentu saja, Anna sendiri tau akan hal itu. Saat Anna tengah asik membaca buku, terdengar suara deruman motor yang jumlahnya pasti tidak sedikit dan seketika itu juga nyali Anna menciut. Ia merasa benar-benar ketakutan, ia takit jika suara motor itu adalah milik gang red bulls. Anna bergegas menuju jendela besar yang berada di kamarnya untuk mengintip siapa orang-orang itu. Jika mereka benar adalah utusan Roger, maka hari ini ia benar-benar tidak akan selamat. Rupanya benar dugaan Anna, tapi mengapa ia bisa mengetahui segalanya tentang Anna? Anna benar-benar merasa ketakutan. Ia tidak menyangka akan ada di situasi yang benar-benar menakutkan ini. Bagaimana caranya agar bisa keluar dari masalah ini? Anna teringat akan ayahnya, ia segera bergegas menuju meja nakas untuk mengambil ponselnya bermaksud untuk menghubungi sang ayah, tapi ketika ia hendak menekan tombol telepon itu, Anna urungkan niatnya. Bagaimana bisa ia menjelaskan segalanya pada sang ayah? Bagaimana bisa Anna menjelaskan tentang situasi yang saat ini terjadi padanya? "Aku harus bagaimana? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Oh ya Tuhan!" Anna mengusap wajahnya dengan kasar, ia benar-benar merasa khawatir. Tok tok tok!! Tok tok tok!! Terdengar suara ketukan. Ketukan yang terdengar tepat di samping ia berdiri, Anna mundur perlahan. Ia mengambil semprotan pengusir nyamuk untuk ia gunakan sebagai alat perlindungan diri jika sewaktu-waktu, orang itu adalah utusan Roger. Anna tidak peduli jika usahanya akan berhasil atau tidak, tapi yang pasti ia sudah berusaha untuk melindungi dirinya sendiri. Tok tok tok!! Tok tok tok!! Terdengar suara ketukan lagi, dengan langkah pelan namun pasti, Anna menuju pintu kaca balkonnya untuk mengecek siapa yang datang dirumahnya jam segini. Anna membuka pintu perlahan berharap agar tidak terjadi sesuatu hal yang buruk. Tapi saat ia membuka pintu, rupanya Leo berdiri tepat di hadapannya sambil sesekali menoleh ke belakang. Tapi untuk apa Leo kesini dan mengapa? "K-kau... mengapa datang kesini?" tanya Anna dengan bingung. "Bisakah aku masuk dulu? Aku khawatir anak-anak red bulls melihat kita dibawah," Anna mengangguk, ia membiarkan Leo masuk dalam kamarnya. "Katakan, ada hal apa sampai kau datang ke rumahku?" tanya Anna lagi. "Aku tidak menduga bahwa anak-anak red bulls bertindak secepat ini. Aku datang kesini untuk mengecek apakah kau baik-baik saja. Dan ternyata kau baik-baik saja," ucap Leo Anna terdiam, ia menatap manik mata Leo dengan tatapan yang dalam, ternyata Leo mengkhawatirkan dirinya. "Apa? Mengapa menatap ku seperti itu?" tanya Leo. "Tidak ada. Ya, aku masih baik-baik saja tapi entahlah nanti. Aku merasa khawatir, mereka saat ini berada tepat di depan rumahku, entah apa yang ingin mereka lakukan saat ini. Aku tidak pernah menyadari akan ada di situasi yang benar-benar memusingkan seperti ini," ucap Anna. Ia menghela nafas pelan, bahkan untuk menutup mata saja Anna tidak berani. Leo mengerti dengan kekhawatiran Anna. Ia juga tidak mungkin akan meninggalkan Anna seorang diri disini. Ia harus mencari cara membuat Anna tetap aman. Tapi bagaimana caranya? Sementara anak-anak red bulls ada dibawah sana, mereka tengah berjaga-jaga dan menunggu waktu yang tepat untuk melukai Anna. "Mengapa tidak coba untuk menghubungi ayahmu?" usul Leo tiba-tiba. Entah dari mana ia punya pemikiran seperti itu. "Ayah??? Tidak-tidak. Aku tidak mungkin memberitahu ayah tentang hal ini. Aku rasa, aku bisa menyelesaikan semuanya sendiri. Lagipula ayahku berada di luar kota. Aku tidak ingin membuatnya khawatir," timpal Anna. Leo mengerti, "Hmm, ku harap kita bisa menyelesaikannya dengan segera." Anna menatap Leo, kita? Itu berarti Leo akan terus bersama dirinya? Leo beranjak, ia menuju jendela besar Anna untuk mengintip, rupanya anak-anak Red Bulls belum juga pergi. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Bagaimana caranya untuk mengatasi hal ini? Leo berpikir untuk menghubungi teman-temannya. Dengan begitu mereka akan datang dan bisa membantu Leo membawa Anna pergi. Tapi entah Anna setuju atau tidak, ia melirik Anna sekilas. Leo tau Anna tidak akan bisa merasa aman disini jika rumahnya di jaga oleh anak-anak Red Bulls. Ia mempunyai rencana, ia akan membawa Anna pergi dari tempat ini, secepatnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN