Cemas?

1211 Kata
Leo berjalan menelusuri lorong koridor kampus. Hari ini masuk kampus karena harus bertemu dengan anggot gang black catcher yang lainnya. Tempat aman untuk pertemuan hanya kampus, dan itu bisa meminimalisir terjadi serangan yang mungkin akan terjadi nantinya. Dari kejauhan Leo melihat Anna yang sedang celingak-celinguk ke kanan dan ke kiri seperti sedang mencari seseorang. Ia mendekati Anna untuk memulai pertengkaran dengan Anna. "Apa yang kau lakukan?" ujar Leo dari arah belakang Anna hingga membuat Anna terkejut ia bahkan hampir terjatuh. Ia menoleh lalu menatap Leo dengan muka kesal, "Apa kau sudah kehilangan akal? Bagaimana jika aku terkena serangan jantung dan mati? Apa kau akan tanggung jawab, huh?" "Tapi yang pasti itu tidak terjadi, bukan? Apa yang kau cari?" tanya Leo langsung pada intinya. "Kurasa ini bukan urusanmu. Pergilah, kau menggangguku!!" usir Anna. Jujur saja hanya Leo yang bisa memberitahu dimana Vincent sekarang dan mengapa ia sampai tidak terlihat selama 2 hari ini. Tapi Anna tau, Leo tidak mungkin menjawab pertanyaan Anna secara cuma-cuma. Ia mungkin malah akan meledek Anna. "Kau mencari Vince? Jika iya, sebaiknya kau tidak usah mencari dan mengganggu dirinya." Setelah mengatakan hal itu Leo langsung pergi begitu saja. "Hah?? Ada apa dengannya? Ish dasar pria aneh!!" teriak Anna dengan kesal. Jawaban Leo langsung menari-nari di kepalanya. Mengapa Leo mengatakan hal itu? Apa mungkin Vincent tidak mau bertemu dengannya lagi? Yang menjadi pertanyaan Anna sampai saat ini adalah mengapa Vincent tidak pernah terlihat lagi? Apa mungkin Anna melakukan kesalahan? "Apa mungkin Vince marah padaku karena aku telah memegang barangnya tanpa seizin darinya? Tapi mengapa hal ini menjadi sangat besar untuknya? Apa mungkin gadis itu memang benar kekasih Vince?" batin Anna. Ini membuat Anna merasa sangat bingung sekarang. Mereka baru saja dekat dan tiba-tiba dalam sehari semuanya berubah. Apa Anna harus menuruti apa yang Leo katakan tadi? Ah ini sungguh membuat Anna frustasi. Anna berjalan menuju kelas, ia mencoba untuk tetap terlihat santai dan berharap agar Vincent segera menunjukkan batang hidungnya itu! Leo telah tiba ditempat teman-temannya sering berkumpul ketika sedang di kampus. Anak-anak black catcher terlihat bingung dengan kehadiran leadernya secara tiba-tiba dan meminta untuk berkumpul membahas hal yang sangat penting. "Kalian tau bahwa markas baru kita sudah di temukan lokasinya oleh anak-anak red bulls? Kemarin mereka berniat datang dan menyerang kita tapi, Vince berhasil menghentikannya. Ini mungkin bukan yang pertama dan terakhir, mereka akan terus-menerus mencari celah agar bisa mengruntuhkan kita semua. Jadi aku minta--" "Leo, bagaimana mungkin ini terjadi? Markas kita yang baru adalah markas yang benar-benar tersembunyi tapi bagaimana bisa mereka tau lokasi kita?" sahut salah satu diantara mereka yang sedang duduk, dia adalah Willy. "Aku menduga bahwa ada salah satu diantara kita yang menjadi mata-mata red bulls, jika tidak ada mata-mata mana mungkin hal ini bisa terjadi? Kalian tidak boleh lengah! Kita harus sama-sama menemukan siapa pelakunya yang sebenarnya," balas Leo. "Kami tidak akan mengampuninya! Perintahkan kami untuk melakukan p*********n kembali, Leo!!" seru Willy lagi, ia bangkit dan memicu kekesalan semua anggota. "Ini bukan perkara yang mudah, Willy. Kalian tau kan saat ini kita tidak memiliki persiapan? Aku tau kalian sangat ahli taoi ini bukan hal yang mudah, red bulls bukanlah sembarang gang, mereka tidak setara dengan gang yang sudah kita taklukkan. Kita harus membuat rencana yang matang sebelum melakukan sesuatu, kalian mengerti bukan dengan apa yang aku maksud?" "Kami mengerti!!" "Baiklah, kalau begitu tolong jangan terlalu sering berkumpul seperti ini sementara aku dan Vincent mencari solusi untuk masalah kita, dan yah. Jika ada sakah satu diantara kalian yang menjadi mata-mata gang red bulls maka aku tidak akan pernah mengampuni kalian!!" ancam Leo sebelum ia meninggalkan tempat. Ia akan kembali dan menemui Vincent agar bisa menyusun rencana. Leo berjalan menuju parkiran, hari ini ia ke kampus bukan untuk belajar atau semacamnya tapi ia ke kampus untuk menemui anggota gangnya lalu membahas hal-hal yang menyangkut gang saja, tidak ada yang lainnya. Ia akan kembali ke tempat persembunyian mereka yang sangat rahasia, Leo dan Vincent harus bisa menyelesaikan segalanya dalam sekejap. Leo langsung masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya memecah jalanan kota dengan kecepatan tinggi. Ia tidak peduli apapun lagi sekarang selain gangnya. Gang yang ia bangun dengan berbagai kerja keras hingga bisa sampai ke tahap ini, Leo tidak ingin sampai kehilangan segalanya. Ia langsung tiba di tempat rahasianya, tempat ia dan teman-temannya berkumpul. Tidak banyak orang yang tau, hanya beberapa saja. Leo juga membatasi siapapun yang ingin datang, ia tidak ingin kesalahan yang sama terus-menerus terjadi. Jika kebocoran ini terjadi lagi ia tidak bisa meng-handle gangnya. Biarkan seperti ini. "Dimana Vince?" tanya Leo saat baru masuk ke dalam markas. "Kau mencariku?" Vince muncul dari balik ruangan, ia terlihat baru saja bangun tidur. "Apa semua baik-baik saja? Bagaimana dengan kondisi anak-anak yang lain?" "Aman, semuanya aman." Vincent melangkah duduk di kursi sofa, ia baru saja bangun dari tidurnya. Semalam mereka semya tidak bisa tidur itulah sebabnya Vincent baru bangun sekarang. "Lalu dimana Irene? Dia sama sekali tidak terlihat." Leo juga ikut duduk di samping Vincent. "Aku tidak melihatnya. Mungkin ia ke kampus bersama teman-temannya," ujar Vincent. "Tidak! Aku baru saja dari kampus tapi tidak melihatnya. Lagipula jika dia ada di kampus sudah pasti dia ikut berkumpul juga, tapi ini tidak." Vincent tersenyum, "Ada apa denganmu? Mengapa kau mendadak mencarinya? Bukankah kau tidak suka ketika dia ada dan terus mengganggu dirimu?" "Ck, aku hanya heran saja. Lagipula tidak masalah, aku tidak peduli!" ketus Leo Leo ingat soal Anna, ia melirik Vincent sekilas. Apakah dia harus menceritakan soal Anna pada Vincent? Tapi sebenarnya untuk apa? "Ada apa?" tanya Vincent. "Ada apa lagi? Tidak ada." "Ah iya, saat ke kampus apakah Anna mencari diriku?" tanya Vincent lagi. "Aku tidak tau!!" Leo bangkit lalu berniat pergi ke ruangannya untuk beristirahat. "Tapi tadi aku sempat melihatnya, dia seperti orang yang sedang mencari sesuatu, seperti orang bodoh. Telepon dia, sepertinya dia khawatir padamu," ujar Leo sebelum masuk ke dalam kamarnya. "Benarkah?" Buru-buru Vincent mengambil ponselnya lalu mengaktifkannya. Ada pesan dari Anna, ia menuliskan bahwa ia ingin sekali bicara padanya. "Ada apa?" Vincent bangkit dari kursi lalu kembali ke kamarnya. Ia mulai bersih-bersih, ia akan menemui Anna. Vincent khawatir jika Anna sampai kenapa-napa. *** Vincent menyalakan mesin motornya lalu melajukannya dengan kecepatan tinggi. Sepertinya Anna sangat khawatir padanya, dan tidak baik jika ia tidak memberi kabar sama sekali. Saat ia tiba di depan kampus ternyata disana sudah ada Anna bersama David yang sedang asik mengobrol. Vincent langsung memarkir motornya dan berjalan mendekat ke arah Anna. Saat tiba di depan Anna, ia terlihat sangat kaget. Ia bangkit lalu menatap Vincent dengan heran. "Vince? Kau... kau ada tenyata," ujar Anna. "Iya, Leo baru saja memberitahu ku kalau kau sangat mencemaskanku, apa itu benar?" "HAH?? Sejak kapan aku mengatakan itu pada Leo? Dasar pembohong!!" kesal Anna. "Ah iya, maaf untuk pesanmu. Ponsel ku sengaja ku matikan dan saat aku mengaktifkannya kembali aku baru membaca pesan darimu, lantas aku datang kesini untuk mendengar apa yang ingin kau katakan padaku." Vincent masih setia berdiri didepan Anna dan David, Vincent melirik David sekilas ia seperti memberi isyarat agar meninggalkan mereka berdua karena ingin bicara. David langsung mengerti, ia bangkit lalu berpamitan untuk pergi pada Anna. Setelah David pergi, Vincent langsung menarik tangan Anna agar ia ikut dengannya. Anna tidak menolak, ia membiarkan Vincent memegang tangannya dan membawa Anna pergi. Anna tidak bertanya kemana Vincent akan membawanya, dan ia hanya menurut.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN