Anna berjalan menelusuri tiap rak buku yang ada di kampus sambil mencari buku yang pas untuk menjadi bahan penelitiannya. Anna tertarik pada buku dengan sampul berwarna putih dan biru bertuliskan 'All about crime'.
Anna mengambil buku itu lalu membacanya beberapa lembar dan ia akhirnya setuju untuk membeli buku itu seharga 10 euro.
Anna segera ke kasir untuk membayar buku yang ia beli. Setelah itu Anna segera bergegas keluar karena hari sudah semakin sore Anna takut tidak menemukan taxi atau kendaraan umum lainnya.
***
Sekelompok motor berhenti tepat di depan Anna. Mereka semua memakai helm yang berwarna sama dan juga memakai jaket dengan warna yang sama. Anna ingat mereka, mereka adalah sekelompok orang yang mencari keberadaan Leo waktu itu. Anna juga ingat bahwa mereka adalah orang-orang yang sudah menghancurkan infrastruktur kota, bagaimana bisa Anna lupa itu?
Anna melirik ke kanan dan ke kiri, tidak ada satupun angkutan umum yang lewat. Anna benar-benar merasa sangat ketakutan, apa yang harus ia lakukan sekarang? Haruskah ia kembali ke kampus? Tapi bagaimana bisa? Jarak kampus dan toko buku tempat ia sekarang ini sangat jauh, dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencari pertolongan.
Banyak orang-orang yang berlalu-lalang tapi tak ada satupun yang mau membantu Anna. Anna benar-benar merasa sangat ketakutan dan tertekan. Bagaimana bisa ia kabur dari orang-orang yang tidak mempunyai akal sehat itu? Dan apa yang harus ia lakukan sekarang? Sekalipun ia berteriak tidak akan ada yang berani membantunya.
Anna perlahan berjalan mundur berniat untuk melarikan diri. Anna bahkan tidak tau apa yang membuat mereka menatap Anna dengan tatapan tajam itu, Anna merasa ia tidak pernah melakukan kesalahan pada mereka.
Saat Anna hendak berlari, tiba-tiba sebuah tangan kekar langsung menarik lengannya untuk menghentikannya. Anna menoleh dan menatap pria itu dengan tatapan penuh ketakutan.
"Hai, kita bertemu lagi," ucap pria itu yang masih memegang lengannya dengan keras. Anna berusaha memberontak tapi tenaganya tidak kuat.
"Lepaskan!"
"Aku Roger, kau bisa memanggilku dengan sebutan Roger, aku adalah pemimpin dari orang-orang ini," ucapnya memperkenalkan diri.
"Aku tidak butuh namamu!" teriak Anna.
"Tapi aku membutuhkan dirimu nona Anna Fradella, putri seorang kepala kepolisian." Roger tersenyum sinis. Bagaimana bisa ia tau nama dan identitas Anna?
"Terakhir kali saat kita bertemu kau terlihat sangat polos, tapi sekarang auramu jauh berbeda. Apa karena kau adalah kekasih Leo?"
Anna menatap Roger dengan tatapan tajam, mengapa semua orang membahas tentang Leo terus-menerus dan selalu menyangkut pautkan dirinya dengan Leo?
"Tidak!! Aku sama sekali tidak mengenal pria itu!!" elak Anna. Gara-gara Leo, Anna selalu saja terlibat masalah. Anna benar-benar sangat muak. Masalah yang datang ke kehidupannya selalu saja menyangkut Leo, ada apa dengan pria itu? Mengapa semua orang membencinya?
"Kau terus saja mengelak. Kenapa? Apa kau takut mengakui kekasihmu itu?" Roger tertawa puas. Rasanya ia sudah berhasil.
"Bisakah kau menutup mulutmu itu? Pergilah dari sini dan tolong lepaskan aku!! Aku sama sekali tidak memiliki hubungan apapun dengan Leo. Harus berapa kali aku jelaskan padamu, huh?" teriak Anna.
Roger memegang dagu Anna, "Kalau begitu jadilah kekasihku dan kita akan bersenang-senang," godanya. Anna benar-benar merasa jijik. Dengan keberanian yang ia miliki, Anna melayangkam satu tamparan keras pada pipi Roger.
Plak//
"Jangan berpikir bahwa bungkam ku tidak ada artinya. Kau sudah melewati batasanmu!!" tegas Anna.
"Beraninya kau!! Kau pikir kau itu siapa, huh?" Roger memegang kedua bahu Anna dengan kasar, ia menatap Anna dengan tatapan tajam, ia benar-benar merasa sangat dipermalukan.
Roger benar-benar tidak terima atas perlakuan Anna padanya. Ia merasa sangat malu karena seorang gadis telah menamparnya.
"Kenapa? Apa kau tidak menerima apa yang sudah ku lakukan padamu?Itu pantas untuk pria sepertimu yang tidak memiliki sopan santun dan juga tidak menghargai seorang wanita!" teriak Anna. Bahkan ketika tangan Roger mencengkeramnya, Anna masih berani untuk berbicara kasar pada Roger. Entah dari mana dia mendapat keberanian itu.
"Kau belum tau siapa diriku! Aku bisa saja menghabisimu di tempat ini, sekarang juga!" Roger mulai melancarkan aksinya untuk mengancam Anna. Tapi sayangnya, keberanian Anna sampai saat ini belum goyah.
"Kau pikir aku akan takut dengan ancamanmu itu? Bagiku, kalian hanya sekumpulan orang-orang payah yang bisanya hanya menista wanita lemah saja!" balas Anna.
Kali ini Roger benar-benar kehilangan harga dirinya karena ulah Anna. Ia dengan berani menghina Roger dan teman-temannya di depan umum.
"Rasanya gadis ini bukan gadis sembarangan," ucap Roger membatin.
Anna menghempaskan tangan Roger yang cengkramannya mulai mengendur.
Saat ia hendak pergi, salah satu teman Roger langsung menahannya. Anna benar-benar bingung, masalah apa yang telah ia lakukan sampai-sampai mereka tidak ingin membiarkannya pergi begitu saja.
"Kau sudah cukup bicaranya, nona Anna. Bawa dia pergi!" perintah Roger. Dua orang anggotanya mulai mendekat kearah Anna berniat untuk membawa Anna pergi. Tapi tiba-tiba saja tanpa mereka sadari, rupanya Leo dan Vincent sudah tiba tepat di hadapan mereka semua.
Leo tanpa pikir panjang langsung berjalan menuju kearah Anna untuk menyelematkannya.
"Tunggu dulu, lama tidak berjumpa Leonardo," Roger memperlihatkan senyuman sinisnya kearah Leo. "Rupanya kau datang kesini untuk menyelamatkan kekasihmu yang terlalu banyak bicara ini," sambungnya lagi.
"Lepaskan gadis itu! Dia tidak ada sangkut-pautnya dengan permusuhan yang terjadi diantara kita!" teriak Leo.
"Kenapa aku harus peduli?" Roger menatap Leo dengan tatapan sinis.
"Ku peringatkan sekali lagi bahwa gadis itu tidak ada sangkut-pautnya dengan permusuhan yang terjadi diantara kita, jadi cepat lepaskan dia dan biarkan dia pergi!" ulang Leo lagi.
"Huh, sayang sekali aku tidak ada minat untuk melwpaskannya. Jadi, apa yang akan kau lakukan? Kau hanya berdua, mana mungkin bisa menyelamatkan gadis itu!"
Leo dan Vincent hanya bisa saling menatap. Sekalipun mereka berusaha sekuat tenaga tetap mereka akan kalah, Roger membawa anggotanya dengan jumlah yang lumayan banyak, lantas bagaimana mungkin mereka bisa mengalahkan anggota Roger semuanya?
Anna menatap Leo, pria itu terlihat sangat bingung. Anna tau mereka berdua tidak akan mungkin bisa menyelamatkan dirinya dikarenakan jumlahnya tidak sebanding.
"Bawa gadis itu ke markas. Kita akan bersenang-senang dengan kekasih Leo," ucap Roger. Sontak Anna langsung teriak, hanya itu yang bisa ia lakukan. Entah kenapa semua orang abai dengan peristiwa yang terjadi.
"Tidak!!! Lepaskan aku!! Jangan macam-macam!! Lepas!!" teriak Anna.
"Tolong," lirih Anna. Anna menatap Leo, iris mata mereka bertemu. Anna mengisyaratkan pada Leo untuk menyelamatkannya, ya walaupun itu tidak akan mungkin.
Vincent melihat Anna yang terlihat sangat ketakutan. Para anggota red bulls sudah menarik Anna masuk ke dalam mobil tapi Anna berhasil menahannya, ia tidak ingin dibawa oleh anak-anak Red Bulls. Tenaga Anna memang tidak sebanding dengan mereka tapi, entah kenapa mereka justru sengaja membawa Anna dengan langkah lambat menuju mobil.
"Tolong, ku mohon jangan lukai Anna. Jangan sakiti dia, dia bahkan tidak tau segalanya, dia tidak ada hubungannya dengan masalah antara red bulls dan black catcher," ujar Vincent. Ia memohon karena hanya itu satu-satunya yang bisa ia lakukan.
Leo mendekat kearah Roger, "Kau mungkin lupa tentang daerah kekuasaan siapa yang saat ini kau datangi. Apa perlu aku mengingatkanmu?" Leo kini bersikap jauh lebih tenang.
"Aku sangat tau!" timpal Roger.
"Lantas, kau pikir aku akan diam saja melihatmu membuat onar di daerah kekuasaanku? Tunggu saja, anggota black catcher akan tiba sebentar lagi." Leo tersenyum sinis, ada perubahan yang terlihat dari raut wajah Roger.
Untuk urusan bertarung, tidak ada yang bisa meragukan kemampuan Black Catcher.
Roger melirik dua anggotanya yang bertugas memegang Anna, ia terlihat memberikan isyarat.
"Jika kau berani bergerak selangkah, akan ku pastikan markasmu akan hancur," ancam Leo.
"Kau pikir aku taku dengan ancamanmu?" timpal Roger.
"Kalau begitu silakan saja, lakukan apa yang ingin kau lakukan."
Suara deru motor berdatangan kini terdengar. Roger mulai ketakutan. Bagaimana tidak? Anggotanya bahkan hanya beberapa saja dan tentu Leo memanggil hampir semua anggotanya, jadi bisa disimpulkan siapa yang akan menang?
"Lepaskan gadis itu dan bawa padaku atau kau akan membiarkan anggotamu terluka, silakan saja pilih yang mana yang kau inginkan." Leo tersenyum penuh kemenangan.
Roger beranjak, ia menuju pada Anna dan meminta agar anggotanya melepaskan Anna. Saat Anna di lepas ia segera berlari kearah Leo, entah apa yang menariknya kearah Leo, sedangkan Vincent? Pria itu hanya bisa diam seraya menatap Anna.
"Aku telah menyerahkan dia padamu. Kali ini mungkin aku gagal, tapi aku tidak akan tinggal diam. Kali ini gadis itu selamat, tapi entah untuk hari-hari selanjutnya, jadi berhati-hatilah," ancam Roger. Belum sempat Leo menjawab, mereka sudah langsung pergi.
Anna mundur selangkah demi selangkah. Ia melirik Leo sekilas kemudian melirik Vincent. Dua pria itu kini menatapnya dengan tatapan aneh, tatapan yang sangat berbeda dari biasanya. Anna bisa melihat ada kecemasan dari sorot mata itu.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Leo dan Vincent bersamaan.
Mereka saling berpandangan, situasi macam apa ini? Anna benar-benar merasa bingung.