Tinggal Bersama

1289 Kata
Ceklek Pintu kamar Anna terbuka, rasanya hari ini tubuhnya sangat lemas padahal ia baru saja masuk kampus hari ini setelah cuti selama seminggu. Semua terjadi begitu cepat tanpa ada yang bisa menyadarinya. Anna sendiri tidak mengerti mengapa ia harus menghadapi situasi seperti ini, situasi yang benar-benar membuatnya merasa dibohongi. Anna meletakkan barang-barangnya ke meja belajarnya lalu segera menuju kamar mandi untuk mandi dan tentu ia bisa menenangkan diri. Vince pembohong besar. Ia benar-benar pembohong besar. Dengan bangganya waktu itu ia mengatakan bahwa Veronica hanya masa lalu untuknya dan bahkan perasaan sayangnya pun sudah tidak ada sama sekali atau lenyap. Tapi kini, tiba-tiba saja Veronica muncul di hadapan semua orang dan Vince mendadak melupakan Anna seakan-akan mereka belum pernah kenal sebelumnya, rasanya benar-benar sangat menyakitkan. "Lagi dan lagi aku merasa sangat disakiti olehnya, mengapa aku harus jatuh di lubang yang sama? Mengapa rasanya sangat sakit?" ucap Anna membatin. Vince mulai menjauh dan tidak akan pernah bisa Anna gapai lagi. Sekuat apapun kita berusaha jika bukan kita yang diinginkan, maka semua perjuangan kita akan sia-sia. "Kau pembohong besar, kau keterlaluan!" Anna benar-benar merasa frustasi, apa mungkin karena Anna sangat mencintai Vince? Mengapa ia tidak terima atas perlakuan Vince padanya? Apa ini hanya sebuah rasa yang sebenarnya tidak penting? "Apa arti sebuah cinta?" gumam Anna *** Vince membawa Veronica kerumahnya dan hal itu membuat semua orang terkejut, terutama Leo. Leo tidak menyangka bahwa Vince akam melakukan hal sejauh ini. "Apa maksudmu mengajaknya tinggal disini?" tanya Leo yang mulai geram. "Kenapa? Kenapa tiba-tiba kau menanyakan keputusan ku?" Leo mengusap wajahnya, "Harusnya kau tidak melakukan ini!" Vince menatap Leo dengan tatapan serius, "Kenapa aku tidak boleh melakukan ini? Kau tau bukan bahwa dia baru saja tiba di Berlin setelah bertahun-tahun dan disini ia tidak memiliki sanak keluarga manapun, lantas apakah salah aku melakukan ini? "Kau jelas salah! Setelah apa yang gadis itu lakukan padamu, kau masih bisa menerima dirinya, begitu? Vince diam, ia bingung harus menjawab apa. "Kau terlalu mencintainya sampai matamu buta!" timpal Leo. "Apa kau lupa siapa dia? Dia juga adalah temanmu Leo. Dulu kita sangat dekat, mengapa kau tiba-tiba tidak menyukai kehadirannya? Apa ini karena Anna?" "Tidak perlu membawa nama gadis itu, dia sama sekali tidak memiliki hubungan apapun dengan kita. Aku tidak habis pikir denganmu, kau sendiri yang bilang bahwa tidak lagi mencintainya dan berusaha untuk melupakannya, tapi kini? Apa maksudnya ini?" "Kau bahkan tidak tau apa-apa karena kau tidak pernah jatuh cinta. Kau tidak pernah merasakan seperti apa rasanya mencintai, dan kau tidak pernah merasakan seperti apa rasanya ditinggalkan!" Vince berlalu meninggalkan Leo yang hanya bisa diam mematung. "Sudah kuduga, cinta hanya akan membuat orang bodoh dan buta," gumam Leo. Akibat apa yang dirasakan Vince, Leo sama sekali tidak tertarik akan hubungan. Bagi Leo cinta hanyalah pembodohan semata seperti apa yang sahabatnya itu rasakan kini. Cinta hanya membuang-buang waktu dan siapapun yang jatuh cinta pasti akan menderita dan hal itu yang membuat Leo tidak mengerti akan cinta dan ia bahkan tidak ingin menjalin hubungan apapun dengan siapa pun itu. Aneh ya? Padahal ia tidak tau seperti apa rasanya bahagia kwtika melihat orang yang kita cintai tersenyum, ia bahkan tidak mengerti bagaimana rasanya duduk bersama dengan orang yang kita cintai. *** Dari kejauhan Veronica melihat Vince tengah duduk menghadap kearah taman, ia terlihat sedang banyak pikiran, apa mungkin ini karena dirinya atau justru karena gadis itu, yakni Anna? Veronica mendekat tapi sebuah tangan kekar berhasil menghentikannya dan membawa Veronica ke tempat yang tersembunyi untuk membahas beberapa hal, dia adalah Leo. Entah apa lagi yang pria itu akan lakukan saat ini? "L-leo? Kau?" Leo melepaskan genggaman tangannya dari pergelangan tangan Veronica, "Kenapa kau hafus datang kesini tanpa memberitahu kami lebih dulu?" "Bukankah aku sudah mengatakannya padamu? Lantas ada apa?" "Apa kau sadar dengan apa yang telah kau lakukan, huh? Apa yang telah kau perbuat pada Vince, apa kau mengingat hal itu? Jika tidak, apa aku perlu mengingatnya padamu?" "Leo?" Veronica menatap Leo dengan tatapan sayu, ia sungguh merasa bersalah saat ini. "Kenapa? Kau lupa? Apa perlu aku—" "Aku tau apa yang telah aku lakukan itu salah, tapi apa yang bisa aku lakukan lagi? Semua orang punya alasan mengapa sampai seperti ini, bukan? Aku pun sama. Aku juga punya alasan. Mengapa aku merasa kau sangat membenciku dan tidak mengharapkan kehadiranku?" imbuh Veronica. Kini matanya tampak berkaca-kaca, ia merasa sangat aneh. Leo tampak acuh, "Kalau begitu katakan padaku apa alasanmu sebenarnya! Aku bukan tidak mengharapkan kehadiran mu, hanya saja setelah apa yang kau lakukan pada Vince kau tiba-tiba saja datang seakan-akan tidak terjadi apa-apa, apa yang aku katakan itu salah?" Veronica hanya bisa diam menunduk, ia tau ia sangat salah. Tapi ia telah mengakui kesalahannya dan berniat untuk memperbaiki semuanya, apakah ia tetap salah jika berpikir demikian? "Aku tidak bisa mengatakannya padamu," ujar Veronica. Leo menghela nafas pelan, "Tapi sudahlah, semua telah terjadi dan tampaknya Vince juga menerima mu kembali tanpa memikirkan apa yang telah kau lakukan padanya. Tapi ingat satu hal, ini adalah kesempatan terakhir yang kau punya, jangan pernah berpikir untuk melakukan hal yang sama lagi yakni melukai perasaannya." Veronica hanya mengangguk mengiyakan, untuk berjanji pun ia tidak mungkin bisa. Tapi sebisa mungkin ia akan berusaha untuk memperbaiki segalanya dan tidak akan melukai perasaan siapapun, terutama Vince, pria yang sangat ia cintai itu. Setelah mengatakan hal itu, Leo pamit untuk kembali ke kamarnya. Sudah beberapa hari terakhir, Leo sama sekali tidak pernah mengunjungi markas black catcher, entah apa yang membuatnya melakukan hal itu. Ceklek!! Leo membuka pintu kamarnya, perhatiannya langsung tertuju ke arah balkon kamarnya, dimana ia kadang melihat Anna duduk disana sambil membaca buku. Setelah Anna pergi berlibur, ia tidak lagi melihat peristiwa itu. Leo ingat kejadian dimana Anna hanya bisa menangisi atas apa yang Vince lakukan padanya. Ia tidak salah karena menganggap lebih apa perlakuan Vince padanya tapi kembali lagi, harusnya ia tau bahwa Vince memiliki masa lalu dan masa lalunya sampai saat ini tidak bisa lepas darinya, itulah letak kesalahannya juga. Sementara Leo larut dalam pikirannya sendiri, Anna tampak sibuk dengan kegiatannya sendiri. Ia mulai merapikan kembali kamarnya dan menata ulang barang-barang yang ada di kamarnya itu. Ia tidak memiliki sesuatu yang bisa dilakukan, jadi Anna memilih untuk merapikan meja belajar yang berisi tumpukan buku, dan juga merapikan beberapa laci yang berisi barang-barangnya. Anna memilih untuk menyibukkan dirinya dengan mengerjakan pekerjaan rumah daripada harus duduk berdiam diri mengingat apa saja yang terjadi di hari pertama ia masuk kampus setelah cuti selama seminggu. Hari ini James pulang lebih cepat, Anna merasa sangat excited menyambut kedatangan ayahnya itu. Anna bahkan sampai mencari situs online yang bisa mengajarinya memasak makanan khas yang ada di kota Berlin. Setelah mencari beberapa resep, pilihan Anna jatuh pada Gulaschsuppe. Makanan ini merupakan makanan khas yang ada di Jerman dan tentu sangat sering dijumpai disana. Makanan ini merupakan sup kental yang berisi daging sapi atau babi. Daging ini tidak dipotong seperti biasanya, tetapi daging ini dicincang agak besar. Biasanya, orang-orang Jerman memakan sup ini bersama roti. Dan makanan ini sangat cocok dimakan saat cuaca sedang dingin, dan kebetulan cuaca sore ini lumayan dingin. Menu ini merupakan salah satu menu yang menurut Anna cukup simple untuk ia masak, apalagi di dalam kulkasnya sudah tersedia daging sapi, ini akan jauh lebih mudah. Anna hanya perlu mengikuti step by step dan makanannya pasti akan jadi. Akhir-akhir ini, Anna lebih sering menghabiskan waktunya untuk memasak di dapur. Dulu awalnya Anna tipe gadis yang jarang sekali menyentuh dapur tapi saat ini Anna mulai menekuninya. Anna ingin memberikan kesan yang baik untuk James, karena ia ingin agar ayahnya itu bisa menikmati makanan yang dibuat sendiri oleh putrinya. Bukankah menyenangkan jika kita memasak makanan untuk seseorang dan makanan yang kita buat itu ternyata enak, tentu kita akan mendapatkan pujian yang bisa membuat kita merasa ingin lebih belajar lagi. Bukankah itu seru?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN