Nasi Goreng

1509 Kata
Apa lagi yang paling membahagiakan ketika kita bisa berkumpul bersama keluarga dan menghabiskan waktu bersama? Itulah yang Anna rasakan saat ini, hanya ada rasa bahagia, dan rasa syukur yang menjadikan semuanya tampak begitu indah. Anna mengambil cuti di kampus selama seminggu. James membawa Anna jalan-jalan dan bahkan mengajaknya menetap di mansion selama beberapa hari. Bisa dibilang Anna dan James benar-benar menikmati kebersamaan mereka berdua. *** Anna kembali bersama ayahnya setelah liburan selama seminggu. Hari ini mereka akan mulai melakukan aktivitas seperti biasanya yakni berangkat kerja dan juga ke kampus. Hubungan mereka semakin erat dan dekat karena telah menghabiskan waktu bersama. Besok Anna akan berangkat ke kampus, rasanya Anna benar-benar merindukan David. Pria itu tidak pernah berhenti menghubungi Anna saat masih liburan kemarin. Dan ya, Vince juga. Pria itu selalu mengirimi Anna pesan, Anna benar-benar merasa sangat special. Tanpa sepengetahuan James, Anna dan Vince kadang menelepon. Anna tau, ia tidak seharusnya menutupi hal ini dari James, tapi Anna juga tidak ingin James sampai berpikiran yang buruk tentang Vince, terlebih lagi mereka baru saja berbaikan. Anna sangat excited untuk ke kampus besok. Orang pertama yang akan ia temui adalah David, sahabatnya. David pria yang susah untuk bergaul jadi pasti sangat sulit bagi David untuk bicara dengan orang lain ketika Anna tidak ada, Anna yakin David pasti sangat kesepian. Bagaimana tidak, semua orang berkata bahwa David adalah pria aneh jadi itu sebabnya tidak ada yang ingin berteman dengan David. Walau demikian, David adalah pria yang benar-benar sangat baik. Selain pintar, dia juga pendengar yang baik. Apapun masalah yang Anna punya, David adalah orang pertama yang akan menenangkannya. David adalah orang pertama yang akan selalu mendukung Anna selain ayahnya, walaupun mereka kenal belum cukup lama tapi, Anna tau David adalah sosok pria yang baik dan ia benar-benar mampu menjaga hubungan pertemanan mereka. *** Matahari bersinar terik, pagi ini Anna tampak sibuk di dapur. Tentu saja, ia sedang menyiapkan sarapan untuknya dan untuk sang ayah. Sarapan kali ini tidak seperti biasanya yang hanya memakan roti atau waffle dan s**u hari ini Anna membuat nasi goreng, yang merupakan menu kesukaan James. Bagi Anna nasi goreng pun adalah menu yang sangat sederhana dan nikmat dan tentunya mudah untuk dibuat, jadi untuk apa Anna memasak makanan yang sukar jika bisa membuat makanan yang mudah tapi enak? Tak lupa pula Anna membuat kopi untuk ayahnya. Setiap pagi James akan meminum kopi sambil membaca koran di ruang tamu, tapi berhubung hari ini James belum juga bangun, Anna memutuskan untuk membuatkan kopi untuk ayahnya itu. Harum bau masakan menyeruak memenuhi seisi dapur, Anna tampak puas dengan masakan yang ia buat. Ia tersenyum senang ketika menghirup aroma masakan yang ia buat itu, dari baunya saja tampaknya enak. "Kau bangun sepagi ini?" suara James terdengar, Anna berbalik menatap ayahnya seraya tersenyum. "Ini sudah jam 8 pagi ayah, matahari pun sudah mulai terik," Anna membawa nasi goreng itu ke meja makan. "Benarkah? Oh ya ampun, ayah tidak memasang alarm. Mungkin juga karena ayah sangat kelelahan," ujar James. "Iya, ayo sarapan dulu. Aku sudah membuat menu sarapan kesukaan ayah, yakni nasi goreng." Anna tampak sangat bersemangat. "Uh, sepertinya sangat enak. Dari wanginya saja ayah benar-benar tergoda, bagaimana dengan rasanya? Baiklah, ayah akan mencobanya." James segera mengambil nasi goreng itu lalu menaruhnya pada piring yang sudah Anna siapkan tadi. Satu suapan mendarat pada mulut James, Anna tampak khawatir jika masakan yang ia buat ternyata tidak enak, ia takut jika ayahnya malah memuntahkan masakannya. "Bagaimana?" tanya Anna. "Eum, rasanya lumayan." James melirik putrinya sekilas seraya tersenyum, "Tidak-tidak, ayah bercanda. Rasanya luar biasa, benar-benar sangat enak. Ternyata kau punya bakat menjadi seorang juru masak," sambung James. "Benarkah? Wah, ku pikir ini tidak akan enak dan ayah tidak suka tapi ternyata masakannya ku lumayan." Anna tersenyum bahagia, ia benar-benar sangat puas dengan hasil masakannya. "Apa kau tau, ayah sangat merindukan masakan Indonesia ya walaupun ayah bukan orang Indonesia tapi makanan Indonesia benar-benar sangat enak. Selama ini ayah hanya memakan makanan fast food saja, seperti pizza, burger, dan yang lainnya. Tapi sekarang, ada kau sepertinya ayah tiap hari juga bisa makan makanan Indonesia," ucap James. Anna tersenyum, ya kemampuan memasaknya bisa dibilang hanya sedikit saja. Anna hanya bisa memasak makanan yang terbilang gampang dan sederhana saja. "Untunglah jika ayah suka, aku senang." "Baiklah, ayo makan bersama." Anna dan James sarapan bersama sambil mengobrol beberapa hal. James tak henti-hentinya merasa sangat bersyukur, ia tidak pernah menyangka Anna ada disini bersamanya. Dulu saat ia berpisah dengan sang mantan istri ia berpikir bahwa ia tidak akan bisa bertemu dengan putrinya, tapi kini ternyata mereka justru bersama, menghabiskan waktu bersama, bercanda dan lain sebagainya. Apalagi yang bisa James minta? Ini sudah lebih dari cukup untuknya. Usai sarapan, Anna kembali ke kamarnya untuk mandi dan bersiap berangkat ke kampus. Sedari tadi ternyata David mengiriminya pesan dan bertanya apakah dia akan datang ke kampus hari ini. Tentu saja, Anna tidak bisa menunggu besok. Hari ini ia akan datang ke kampus, bertemu David dan juga bertemu dengan Vince. Anna tampak rapi dan anggun dengan dress berwarna abu-abu yang ia kenakan hari ini. Rambutnya Anna biarkan terurai, akhir-akhir ini Anna terlihat sangat modis, ia lebih sering memakai dress dan rok. Tak lupa ia memoles wajahnya dengan make up tipis agar lebih terlihat segar. Anna juga memakai sepatu flatshoes berwarna senada agar lebih terlihat modis. Setelah dirasa cukup, Anna segera keluar dari kamar untuk berangkat ke kampus. James juga sudah terlihat sangat rapi dengan seragam polisi yang ia kenakan. Anna menuruni anak tangga dengan langkah terburu-buru karena takut ayahnya sudah menunggu cukup lama. Saat pertama kali James melihat penampilan putrinya itu, ia terlihat sangat terpukau. "Kau terlihat sangat cantik dan anggun memakai dress itu," puji James, Anna tersipu malu. Pujian dari seorang ayah mampu membuat seorang putri merasa sangat bahagia. Pujian dari orang lain tak ada bandingnya dari pujian seorang ayah pada putrinya. "Kau membuatku malu," ucap Anna. "Sungguh, hari ini kau tampak sangat menawan." "Ah sudahlah, ayo kita berangkat." Anna menarik tangan James agar segera berangkat. Anna membawa ayahnya menuju mobil, hari ini Anna tidak akan membiarkan ayahnya menggoda dirinya. Lagipula Anna ingin cepat-cepat sampai ke kampus. Saat melewati rumah Vincent, Anna menoleh. Terlihat ada dua motor disana, dan satu mobil. "Sepertinya Vince belum berangkat," ucap Anna membatin. Ia segera mengalihkan pandangannya ketika James menoleh kearahnya, ia khawatir ayahnya akan curiga. Jika sampai hal itu terjadi, dan Anna ketahuan deka dengan Vince maka ini akan menjadi masalah besar untuknya. Lebih baik Anna bermain di jalur aman saja, ia tidak bisa jujur untuk sekarang ini, terlebih lagi ayahnya sangat membenci black catcher, Anna akan mencari cara tapi tidak untuk saat ini, Anna tidak ingin mengambil resiko. Anna akan coba agar black catcher atau setidaknya, Vince dapat terlihat baik dihadapan ayahnya.. Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi James untuk sampai di depan kampus Anna. Dari kejauhan Anna melihat David yang sedang menunggunya ditempat penjaga kampus atau security. "David terlihat sudah tidak sabar menemuimu, lihatlah." Anna tersenyum kaku, "Iya. Aku harus pergi sekarang. jaga diri ayah dan sampai jumpa, aku menyayangimu." Anna mengecup pipi ayahnya sekilas sebelum berlari keluar menemui David. James bisa melihat aura bahagia terpancar di wajah putrinya ketika ia melihat David, hubungan pertemanan mereka sangat baik. "Hai?" sapa Anna. "Ayahmu langsung pergi? Aku baru saja ingin menyapanya." "Dia menitip salam untukmu, katanya terimakasih karena telah mau menjadi temanku," ujar Anna. "Kau tau, Anna? Aku benar-benar merasa sangat kesepian saat tak ada dirimu. Kampus yang luas ini terasa sangat sempit untukku, dimana semua orang mengejekku." David terlihat murung setelah mengatakan semuanya. "Makanya sudah kukatakan berkali-kali padamu bukan? Cobalah untuk bergaul, jangan malah memperlihatkan dirimu bahwa kau itu tidak bisa apa-apa," jelas Anna. "Bagaimana bisa aku melakukannya? Kau sangat tau pasti bahwa aku tidak bisa melakukan hal seperti itu. Aku terlalu malu untuk itu." Anna tersenyum, "Ayolah, lupakan hal ini. Mari, kita harus mengunjungi perpustakaan sekarang." Anna menarik tangan David agar berjalan lebih cepat. Disisi lain seorang gadis juga tampak jalan terburu-buru sambil membawa beberapa berkas ditangannya, ia tampak sangat sibuk. Tanpa sadar, Anna dan gadis itu saling bertabrakan. Bruk!! Kertas-kertas gadis itu jatuh berhamburan di lantai koridor kampus. Merasa tak enak, Anna langsung berjongkok untuk membantunya mengumpulkan berkas-berkas pentingnya itu dengan dibantu oleh David. "Maaf," ucap Anna dengan tulus. Ia masih mengumpulkan berkas-berkas yang terjatuh itu. Saat semuanya selesai, Anna bangkit untuk berniat memberi berkas itu ke gadis yang ia tabrak tadi, tapi saat ia mengangkat kepalanya Anna merasa benar-benar terkejut. Gadis yang ada di hadapannya benar-benar membuat Anna merasa kaget dengan apa yang ia lihat sendiri. Bagaimana mungkin semua terjadi secepat ini? Berkas yang tadinya ia pegang jatuh kembali dan berserakan di lantai, sedangkan Anna masih mematung menatap gadis yang ada dihadapannya. "Bagaimana bisa?" ucap Anna membatin. Gadis itu menatap Anna dengan tatapan bingung, begitupun sebaliknya. Ia mengambil berkas yang dikumpulkan David seraya tersenyum. "Ada apa?" tanya gadis itu, ia melihat Anna yang masih diam mematung seperti habis melihat makhluk ghaib. "Bagaimana bisa dia ada disini? Bagaimana mungkin? Kenapa?" Sejuta pertanyaan keluar dari benak Anna, bagaimana bisa? "Hey?" Anna menghela nafas pelan, ia berusaha menetralkan detak jantungnya yang berdegup kencang. "Bagaimana kau bisa ada disini? Untuk apa?"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN