Penjelasan

823 Kata
Vince mengeluarkan foto Veronica, ia menatap senyum kekasih yang sangat ia cintai itu. Anna sendiri bingung harus bereaksi seperti apa. Ia benar-benar tidak tau harus bagaimana caranya menanggapi atas apa yang Vince ucapkan. "Dia... Dia gadis yang sangat cantik," ujar Anna. Vince menoleh, ia lupa bahwa saat ini ia sedang memuji Veronica didepan Anna. "Ya. Tapi, semuanya berubah. Ia tiba-tiba saja memutuskan hubungan kami secara sepihak lalu pergi ke Amerika. Rasanya benar-benar menyakitkan. Ia pergi tanpa alasan yang jelas, aku benar-benar dibuat frustasi olehnya. Tapi apa yang bisa aku lakukan saat itu? Selain berharap agar disana ia bisa bahagia," imbuh Vince. Ia menunduk lalu meremas foto Veronica dan membuangnya ke sembarang arah. "Tapi sampai saat ini kau masih mencintainya, bukan? Tentu saja. Kalian telah bersama hampir bertahun-tahun tentu saja perasaan itu tidak mudah untuk hilang." Vince diam, ia tidak menjawab. Ia pun bingung harus memberi nama apa pada perasaan ini. "Aku tau, aku sangat tau. Kau tidak perlu berusaha meyakinkan aku dengan membuang fotonya Vince. Tak apa jika kau mencintainya, tak apa," ucap Anna lagi. "Aku... Aku sudah melupakannya." Anna menoleh kearah Vince, ia menatap manik matanya yang terlihat seperti berkaca-kaca. Apa yang ia katakan sungguhan atau hanya sebuah alibi agar Anna bisa mempercayainya? "Kau?? Sungguh?" tanya Anna untuk memastikan apa yang baru saja ia dengar. "Ya. Aku sudah melupakan Veronica, segala hal tentang dia!" seru Vince. "Semua kenangan kalian? Semuanya?" Vince diam, ia sendiri masih bingung apakah benar-benar sudah melupakan Veronica. Tapi ia juga tidak ingin terus mempermainkan perasaan Anna. Apa yang harus ia lakukan saat ini? Haruskah ia mengatakan bahwa telah melupakan dan mengubur perasaannya pada Veronica? Haruskah ia melakukannya? Anna sosok gadis yang sangat baik, bagaimana bisa Vincent terus mempermainkan perasaan gadis itu? "Iya, aku telah melupakannya. Melupakan semua kenangan kami dan mengubur semua perasaanku padanya." Kini Vince menatap Anna lekat-lekat. Ia tidak ingin ada keraguan dari sorot matanya. Vince ingin Anna percaya pada apa yang ia katakan. Anna tersenyum simpul, entahlah apa harus ia bahagia mendengar ini atau bagaimana. Anna hanya bisa memberikan seutas senyum. "Apa kau sudah mempercayai aku?" tanya Vince. Anna hanya mengangguk saja walau sebenarnya masih ada rasa tidak percaya di hatinya tapi Anna tidak ingin membuat Vince kepikiran. "Syukurlah, semoga kelak semuanya akan baik-baik saja." "Apa aku bisa menanyakan sesuatu padamu, Vince?" Vince mengangguk, "Katakanlah, kau tidak perlu meminta izin untuk mengatakan sesuatu." "Jika Veronica datang apa mungkin perasaan itu tumbuh kembali?" "Mengapa tiba-tiba kau menanyakan hal ini?" "Aku hanya ingin tau jawabanmu. Bagaimana jika gadis itu datang dan masuk kembali ke kehidupan mu? Apa kau akan menerimanya atau justru mengabaikan dirinya?" tanya Anna. "I-itu tidak mungkin terjadi." Anna menghela nafas pelan, Vince bahkan masih ragu. Lantas bagaimana agar ia bisa percaya kalau perasaannya sudah hilang pada gadis itu? "Sudahlah. Tak usah dipikirkan untuk hal yang belum tentu terjadi. Lagipula aku sudah melupakannya, kalaupun dia kembali rasanya tidak akan sama lagi," ujar Vince. Anna tidak yakin dengan apa yang baru saja ia dengar, ia hanya bisa mengangguk saja. Rasanya sangat sulit mempercayai apa yang Vince katakan, karena Anna tau sebesar apa perasaan cinta yang dimiliki Vince pada Veronica dan tidak mungkin semudah itu ia melupakan Veronica terlebih lagi hubungan mereka telah berlangsung sejak kecil sama halnya hubungan Leo dan Vince seperti itu juga hubungan antara Vince dan Veronica. Lantas apa masih bisa Anna mempercayai apa yang Vince katakan? "Aku harap setelah hal ini tidak ada masalah lagi atau kesalahpahaman diantara kita. Aku sudah muak terus-menerus diam ketika kau tidak mengizinkan aku untuk berada di dekatmu," ucap Vince. Anna menoleh seraya tersenyum. "Iya, sekarang kita adalah teman," balas Anna. "Sebaiknya kita pulang, aku perlu mengurus beberapa hal. Sedari tadi Leo tampaknya terus mengubungiku," Ah iya, Anna sampai lupa dengan pria itu. Bagaimana dengan pria itu saat ini? Pria yang juga mempermainkan perasaannya. "Aku tidak mengerti mengapa bisa terjebak diantara mereka berdua," ucap Anna membatin. *** Ceklek! Anna membuka pintu kamarnya. Ia meletakkan tas, tote bagnya yang berisi buku ke meja belajar lalu segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Ia hanya memakai kaos dan memakai celana jeans pendek. Setelah selesai, Anna segera membuka tote bagnya dan mengeluarkan buku-buku yang sempat ia beli tadi. Anna mengambil camilannya sebagai teman untuk membaca buku. Rasanya sangat malas, Anna ingin rebahan saja di kasur king size miliknya itu tapi ia ingin mencoba untuk lebih produktif lagi, jadi ia harus membaca buku atau semacamnya. Anna baru membuka beberapa lembar buku ia kembali ingat akan Vince, akan ucapan yang Vince katakan tadi. Rasanya sangat sulit untuk Anna percayai. Tapi mengapa Vince harus repot-repot menjelaskan hal ini pada Anna? Apa mungkin Vince mulai menyukai Anna? Ahk, memikirkannya saja membuat Anna bingung harus bereaksi seperti apa. "Bagaimana mungkin Vince melupakan Veronica. Gadis itu selalu ada dimana-mana, bahkan aku yakin di kamar Vince pun pasti masih ada wajah gadis itu. Lalu bagaimana bisa aku percaya bahwa Vince telah melupakannya??" Anna mengacak-acak rambutnya, ia benar-benar bingung. Bagaimana bisa ia percaya akan hal ini?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN