"Jika papa di posisiku sekarang, apa masih bisa memberikan kesempatan itu?" Pertanyaan dibalikkan oleh Dastan kepada Barata. Membuat ayah kandung Jyena itu langsung bungkam. Hingga beberapa saat, suasana mendadak hening. Diyan pun mencari cara agar suasana tidak mencekam dan membuat semuanya tidak nyaman. "Bolehkah kami melihat Tira?" tanya Diyan. "Tunggu sebentar!" Dastan mengambil ponselnya dan mulai melakukan panggilan. "Bawa Tira ke sini!" titah Dastan dalam telpon yang hanya berdurasi beberapa detik saja itu. Menunggu cucunya di bawa turun, Barata meminta maaf atas kelakuan putrinya. "Dastan, aku tahu semua kelakuan Jyena tidak bisa diselesaikan hanya dengan kata maaf. Tapi aku berharap, kau tidak bisa memisahkan ibu dari anaknya. Jadi, maafkan dia." Dastan menghela nafas lega

