Bab. 27. Alasan Jyena Pergi.

1343 Kata

Seorang wanita dengan dres warna hitam polos berdiri di balkon sebuah kamar. Memandang indahnya pagi yang masih meniupkan angin dingin, meski pagi itu matahari sudah bertengger dengan cuaca yang panas. Secangkir teh yang masih mengepul berada di sisi kanan wanita itu. Tatapannya sulit diartikan. Ia mengambil cangkir itu kemudian menyesap perlahan. "Kau sudah bosan mencariku. Ternyata benar langkah yang aku ambil untuk pergi dari sisimu." Wanita itu tersenyum tipis namun penuh dengan kemirisan yang terlihat. Wajah ayu itu berubah muram menjelaskan betapa sedihnya ia saat ini. "Jika kau saja hanya berupaya seminggu, aku sudah bertahan tiga tahun bersamamu. Meski pernikahan kita belum lama, tapi kita disatukan sudah cukup lama, Dastan." Jyena Anindia Cetta, istri sekaligus ibu dari bay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN