"Aww ...." Anandini berteriak kesakitan saat lengannya di tekan dengan kekuatan yang tak terbayangkan. "Apa maumu Anandini? Kau masih saja tidak puas dengan semua kesepakatan yang aku buat?" tanya Risang dengan tatapan marah. Anandini berusaha melepas cengkaraman tangan Risang. Alan langsung bergerak ke arah kedua orang itu dan mencoba melepas tangan Risang agar Anandini tidak merasa kesakitan. Mata Anandini berkaca-kaca, mengusap lengan yang terasa linu karena ulah lelaki yang pernah mengisi harinya. "Kau marah, hanya karena aku meminta hakku sebagai istrimu? Sedangkan kau tak punya hati nurani saat aku melihatmu secara nyata, karena kau menunggangi wanita bi@d*p itu?" Anandini mengucapkan kalimat itu dengan lantang. Sebagai bentuk rasa marah yang dia tahan sejak pertama dia melih

