Bab 39

1238 Kata

Udara di Aetheria mulai terasa berbeda. Bukan dingin, bukan panas, tapi seolah setiap hembusan membawa pesan. Tak terlihat, tak terdengar, namun bisa dirasakan. Jiwa-jiwa muda yang dulu bersinar terang kini menyusut sedikit, seperti mengerti bahwa hari-hari tenang tak akan bertahan lama. Di ruang tengah tempat para Penjaga biasa berkumpul, Elara membentangkan peta jiwa. Bukan peta tanah, bukan juga bintang, tapi pola aliran energi yang menjalin benang antara Aetheria dan dimensi lain. Cahaya-cahaya halus bergetar di sepanjang jalurnya, beberapa padam, sebagian menyala terlalu terang, tanda ketidakseimbangan. Elias berdiri di belakangnya, matanya menyipit mengamati percikan energi yang tampak membentuk pola seperti spiral pecah. “Ada yang sedang membuka celah dari luar. Tapi tidak sepert

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN