Bab 52

1434 Kata

Tombak kristal itu turun dengan suara berderak seperti retakan gunung yang runtuh. Udara di aula bergemuruh, serpihan energi beterbangan, dan cahaya biru bercampur merah menyilaukan mata. Elias berteriak, “Menyebar!” sambil melompat ke samping, tepat sebelum tombak itu menghantam lantai. Ledakan energi menyebar dari titik benturan, membuat lantai kaca pecah lebih lebar. Sungai energi di bawahnya bergejolak, memuntahkan percikan cahaya yang panas seperti api. Prajurit-prajurit kristal yang tersisa kehilangan bentuk, runtuh menjadi puing, tapi tekanan dari benturan membuat tubuh mereka semua terpental. Selena nyaris terhempas ke jurang retakan, namun Elias menarik lengannya tepat waktu. “Fokus pada pengendalinya!” katanya dengan napas berat. Sosok misterius di singgasana kini turun dari t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN