Bab 53

1251 Kata

Bayangan-bayangan berjatuhan seperti hujan, menubruk lantai kristal kubah dengan suara retakan yang memekakkan telinga. Cahaya dari retakan langit di atas menari liar, bergulir ke seluruh ruangan, menyulut setiap sudut dengan warna merah gelap bercampur hitam. Ruangan itu bukan lagi sekadar ruang pertempuran, melainkan medan yang bernafas, seakan seluruh menara hidup dan menolak keberadaan mereka. Elias menancapkan pedangnya ke lantai sesaat, menyalurkan energi gelap biru ke dalam kristal. Aliran itu menyebar seperti urat cahaya di lantai, menciptakan lingkaran pelindung tipis di sekeliling Elara dan Selena. “Kalian fokus ke simpul! Kami tahan sisanya!” Selena mengangguk, wajahnya pucat tapi matanya bersinar penuh tekad. Elara menutup mata, jemarinya bergerak membentuk pola cahaya di uda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN