Bab 35

1638 Kata

Langit baru itu menyala lembut, seperti napas pertama dari dunia yang terlahir kembali. Di atas jembatan cahaya yang terbentang di antara bintang-bintang dan bayangan masa lalu, langkah Elara, Elias, Selena, dan Aren kini terasa lebih mantap. Tak ada lagi keraguan dalam mata mereka, hanya sisa luka yang mulai mengering dan tekad yang mengakar. Di tengah perjalanan mereka, jembatan itu mulai bergetar ringan. Seolah dunia pun ikut bernapas bersama mereka. “Apa kau merasakannya?” tanya Selena, matanya menatap sekeliling. Elara mengangguk. “Seperti... kita sedang dipanggil.” “Bukan hanya dipanggil,” sahut Elias pelan. “Kita sedang diingat. Oleh mereka semua yang telah kehilangan arah, oleh dunia yang pernah memudar.” Aren yang berjalan di tengah mereka terdiam, lalu menunduk. “Aku juga se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN