Bab 45

1186 Kata

Langkah mereka semakin dalam membawa ke perut bumi, dan udara di sekeliling berubah semakin pekat. Aroma tanah basah bercampur besi memenuhi paru-paru, sementara dinding-dinding gua yang licin memantulkan cahaya obor mereka menjadi bayangan-bayangan bergerak. Di kejauhan, denyut cahaya samar yang tadi terlihat dari pintu semakin jelas. Setiap denyutannya diikuti getaran halus di lantai, seolah-olah jantung raksasa berdetak di bawah tanah ini. Elara berhenti sejenak. “Ini bukan sekadar pusat resonansi… ini sesuatu yang hidup.” Elias meliriknya, tangan tetap menggenggam pedang. “Makhluk atau mesin?” “Elara benar,” sahut Selena sambil menyentuh dinding gua. “Ada aliran energi, tapi bukan sihir biasa. Rasanya seperti… ingatan yang dipadatkan.” Aren mengerutkan kening. “Kalau itu memang in

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN