Perjalanan menuju utara memakan waktu berhari-hari. Mereka melewati hutan lebat yang daunnya selalu basah oleh embun, lembah yang dipenuhi kabut, dan sungai deras yang nyaris tidak bisa diseberangi tanpa risiko terseret arus. Setiap malam mereka beristirahat di bawah cahaya api unggun kecil, selalu waspada terhadap bisikan aneh yang datang dari kegelapan. Pada hari kelima, udara mulai berubah. Angin yang sebelumnya sejuk kini menusuk dingin. Pepohonan pun semakin jarang, digantikan bebatuan tajam yang menjulang seperti taring raksasa. Gunung-gunung utara tampak dari kejauhan, puncaknya tertutup salju meski matahari masih bersinar terang. “Ini bukan sekadar dingin biasa,” gumam Elara sambil mengusap tangannya yang gemetar. “Ada sesuatu di udara… energi asing yang membuat darah terasa memb
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


