Aetheria mulai berubah. Tanahnya hangat perlahan. Udara bergerak, membawa bau lembap dari dunia yang baru bangun. Di bawah kaki Elara, Elias, Selena, dan Aren, tanah belum padat. Belum mantap. Setiap langkah meninggalkan bekas. Penjaga Kenangan berdiri beberapa langkah dari mereka. Ia menatap ke depan, lalu bicara. "Sudah waktunya. Dunia ini butuh janji. Bukan untuk dilihat, tapi untuk ditanam. Di dalam tanah, di dalam hati." Empat pasang mata saling pandang. Di tengah mereka, cahaya berbentuk lingkaran berdenyut pelan. Tak besar, tapi terasa berat di d**a. "Elara," kata Penjaga. Elara maju. Ia menekuk lutut, menempelkan telapak tangan ke tanah yang masih basah. Di tangan satunya, cahaya kecil mengikuti. Suaranya pelan, tapi mantap. "Aku janji... aku enggak akan paksa dunia ini jadi

