Seorang wanita cantik berpenampilan mewah juga elegan masuk ke dalam kamar Jyaden dan juga dirinya. Wanita cantik itu mengusap kening suaminya, “Kamu demam, saya ambilkan kompres ya?” Jayden menggeleng lemah, namun Vera masih bersikeras untuk tetap melakukan tugasnya sebagai istri yang baik menurut versinya. “Kamu ke mana saja? Kenapa belakangan ini lebih sering tidur di luar? Apa ada sesuatu yang terjadi di luar sana?” tanya Vera lembut namun sarat akan kecurigaan. Jayden membuka matanya perlahan, “Jangan mengajak saya berdebat, saya sedang tidak ingin melakukannya. Dan, jangan bertingkah seolah-olah kita ini mempunyai hubungan yang normal seperti suami istri pada umumnya.” “Jayden, wajar saja saya istrimu. Harga diri saya kamu coreng, selama menikah bahkan kamu tida

