Jayden masuk ke dalam kamar, setelah hampir 4 jam mengunci Renata sendirian di dalam. Pria itu membawakan sepiring makanan juga minuman. “Sayang, kenapa tidur di lantai?” tanya Jayden sembari meletakkan nampan makanan yang ia bawa. Pria itu segera membantu Renata bangun, “Makan dulu ya, saya suapi.” Renata menggeleng lemah, wajah wanita itu pucat karena memang belum memakan apa pun, hanya minum air putih saja seharian. “Sedikit ya, Sayang?” bujuk Jayden kembali. Renata kembali menggeleng, “Nggak! Lepasin aku, Sergio pasti nyariin aku.” “Kamu tenang saja, saya sudah menghubungi adik perempuanmu. Saya bilang, kamu ada pekerjaan dan harus pergi sedikit lama,” jawab Jayden sembari mengusap pipi Renata. Wanita cantik itu menatap Jayden penuh amarah, bisa-bisan

