Renata pulang di antar oleh Jayden hingga di depan pintu rumahnya. Saat wanita itu membuka pintu, ia disambut dengan sang adik yang melemparkan pakaian ke arah wajah Renata. “Cyl, kamu ngapain? Nggak sopan kayak gini!” seru Renata. Rahang Cecylia mengeras, gadis itu menatap nyalang ke arah sang kakak. Mata Cecylia bengkak, sangat terlihat jika ia baru saja menangis. “Kamu kenapa?” tanya Renata. Wanita itu mencoba untuk mengusap pundak sang adik namun ditolaknya. “Lebih baik, aku jadi gembel Kak! Aku nggak butuh kuliah, aku nggak butuh berpendidikan tinggi!” teriak Cecilia. Renata semakin tidak mengerti, kenapa adiknya tiba-tiba mengamuk seperti ini. “Maksud kamu apa, Dek? Kakak nggak ngerti, kenapa kamu tiba-tiba kayak gini?” Cecilia bergerak ingin mencengkera

