Pijatan Untuk Tuan Jay

1096 Kata

Renata tampak nyaman dalam tidurnya, tetapi tidak dengan Jayden. Ponsel Renata yang terus berbunyi sama sekali tidak mengusik tidur wanita cantik itu.    Jayden bahagia bisa melihat Renata tertidur dengan tenang. Karena biasanya wanita itu selalu terusik di dalam tidurnya. Terkadang sesekali berteriak, meminta tolong bahkan memukuli kepalanya sendiri.    Telapak tangan Jayden terulur, mengusap kepala wanitanya. Memberikan kecupan hangat di dahi lalu turun ke pipinya yang tampak gembil dari beberapa minggu terakhir ia perhatikan.    Jayden mengusap perut Renata pelan, ia masih tidak percaya jika bayinya yang hidup di salam sana telah tiada. “Kamu benar-benar meninggalkan Papa sendirian, Sayangku?” tanya Jayden pada perut Renata.    Rasanya pria itu ingin menangis, meratapinya setiap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN