Bab 25 Cahaya Koma

1565 Kata

"Koma." "Innalilahi ... Allahu Rabbi ...." Aku tidak bisa membendung air mataku ketika Mas Sandi mengatakan keadaan Cahaya. Bayangan wajah ceria anak itu menari indah melumpuhkan ingatanku. Tawanya, candanya, bahkan ungkapan cinta dia yang selalu spontan padaku, membuat air mata semakin deras membanjiri pipi ini. "Kakak ...," lirihku diselangi isak tangis. "Doakan Cahaya, ya Num? Doakan agar dia cepat bangun dan sembuh," ujar Mas Sandi masih terhubung denganku. Aku mengusap kedua mata, menarik napas sangat dalam untuk menenangkan perasaan ini. "Mas, apa yang terjadi pada Aya, sampai dia mengalami koma?" tanyaku sangat ingin tahu. "Kata dokter, Cahaya kena serangan jantung. Kamu pun tahu, kalau Cahaya memang memiliki penyakit bawaan sejak lahir. Dan juga ... ada cedera di otak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN