KAU BOHONG! INI—“ Aku menatap tangan kanannya, “BUKAN DIRIMU! KAU, APAPUN YANG INGIN KAU PERANKAN, APAKAH PEMBUNUH? PSYCHOPATH? ACTING YANG SANGAT BAGUS! TAPI KAU BUKAN SEORANG PEMBUNUH!” … Freeze membulatkan matanya, menyeringai. Aku mendengkus kesal ketika beberapa pesawat tempur lewat di atas kami ketika aku mengucapkan sederet kalimat panjang itu. Laki-laki itu terlihat kehabisan kesabaran, dia segera meringsek maju untuk menyekikku dengan legan berototnya. Sebelum dia berhasil melakukan hal yang bisa merugikanku untuk kedua kalinya, aku menepis tangannya dengan cepat. Hal selanjutnya yang terpikirkan olehku adalah menendang selangkangannya. Sejak tadi dia hanya melakukan hal-hal aneh padaku. “s**t!” Goal! Aku menendang tepat di tengah, belum lagi sepatu yang kugunakan bukan sepa

