Ayah tetap pergi setelah menitipkanku pada Kelvin. Aku bertanya pada Kelvin mengapa sudah bisa masuk kamar rawat inap, sementara terakhir kuingat masih berada di IGD. Kelvin mengatakan dokter di IGD tadi dapat sudah mendapat analisa penyakitku dari Eda dan langsung diberikan kamar rawat inap. "Oh," "Gue kayak enggak PD tiap ketemu Takeda, Ra. Dia dokter gitu, gue mah apa." Aku mencibir gurauan Kelvin. "Enggak lihat profesinya gue sih, gimana orangnya aja." "Eh gimana, lo udah enakan?" Mengalihkan pembicaraan. Aku menggeleng. "Masih sakit semua – semuanya, tega banget ayah gue malah makan sama Eda." "Ada yang mau dimakan? Biar gue belikan ke kantin." "Enggak deh Vin. Makasih. Lo istirahat aja, kayaknya elo kurang tidur." Kelvin membuka ponselnya dan membalas beberapa pesan. Aku mem

