Jeda Keempat Puluh

1382 Kata

“Heh, peluk – peluk!” Tahu – tahu, bunda dan ayah berdiri di depan kami dengan tangan saling merangkul. Aku memanyunkan bibir melihat wajah bunda yang sudah sumringah lagi dan sekarang malah mengomeli kami. Padahal, semalam aku tidur di kamar Eda saja tidak dipedulikannya. Dengan cepat Eda melepaskan rangkulannya dan berdiri. “Langsung pulang Yah?” Tanya Eda sopan. “Iya nih. Kamu langsung balik ke kost?” “Iya setelah antar Haura siaran.” “Jangan check in lagi Ra!” Pesan bunda judes, aku menatap bunda dengan wajah tidak percaya. Ayah bertanya kapan aku pulang ke rumah, yang kujawab nanti saat libur siaran di akhir pekan. Orangtuaku pamit dan aku membereskan barang – barang yang masih berada di kamar bunda kemudian pulang dengan Eda ke kost-an. “Aku penasaran sama masalah bunda tadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN