“Selama kamu putusin juga Eda enggak pernah kemana – mana. Dia ngikutin kamu kalau pulang siaran malam. Khawatir dan mungkin terbebani karena Ayah juga memintanya jagain kamu. Makanya kamu tuh kalau berkendara, enggak usah adu mulut sama orang lain. Anak kecil saja diladenin.” “Ayah tahu dari mana?” “Ya Eda yang cerita. Kamu cekcok sama pengendara lain di lampu merah. Eda tegur anak itu. Sudah damai, malah anak itu mundurin mobilnya saat Eda mau jalan. Eda sempat terdorong beberapa meter. Kalau sampai tangannya patah, haduh enggak tahu lagi gimana penyesalan Ayah. Mana dia mau ambil spesialis bedah, enggak boleh tangannya terluka.” Aku semakin menangis di bahu ayah. “Makanya sabar, Ra. Eda yang sudah jelas mau sama kamu kok dikasih cobaan terus.” “Ya enggak ada yang kasih tahu aku, ud

