Ni Juu-Go

1727 Kata

Pikiran Emma didominasi dengan kekuatirannya tentang Mamanya. Kabar tentang donor yang dibutuhkan belum kunjung tiba. Belum lagi setiap kali melihat rambut Mamanya yang sudah hampir habis karena kemoterapi membuat hatinya jadi terasa teriris. Saat ia duduk di meja kantornya, pandangan matanya kosong tertuju pada layar komputer. Tepat seperti pagi ini dimana ia hampir memecahkan gelas saat membuat kopi di pantry. "Emma," Timothy muncul di depan mejanya. "Nggak sekarang, Tim. Aku lagi butuh waktu sendiri," membawa ponsel di tangannya, Emma beranjak dari kursinya lalu berjalan pergi. "Udah jam satu. Kamu belum makan siang," Timothy mengingatkannya. Emma tidak menghiraukan ucapan Timothy. Yang saat ini ia perlukan adalah sedikit udara segar. Ia tahu ada sebuah tempat yang jarang dikunjungi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN