Hari ini :
:)
"Good morning." Aku menarik selimutku sampai ke bahu, Marshal menatapku dengan senyum lebar pada wajahnya.
"Morning." Marshal mengecup bibirku sekilas. "Masih sakit?" pertanyaannya tanpa sadar membuat pipiku bersemu, malu sekali.
"Enggak, agak pegel aja, sedikit." Aku merapatkan tubuhku kearahnya, memeluk Marshal dengan erat.
Ku pukul bahu Marshal pelan, "Apasih mas?"
"Kamu bikin aku gak karuan Nay." Ucapnya, dia menatap mataku dalam. Meneduhkan dan penuh cinta.
"Dasar om-om!"
"Sekali lagi ya Nay." Tanpa menunggu jawabanku Marshal langsung menyerangku tanpa ampun. Tapi kami sama-sama menikmati momen-momen seperti ini, rasanya begitu dekat dengannya.
***
"Good morning sayang, gimana tidurnya semalam?" Aku masuk ke dalam kamar Flo, di sana Flo sudah terbangun walaupun masih meringkuk di atas tempat tidur dengan selimut tebal melilit tubuhnya. Aku membuka gorden di sebelah ranjang, mempersilahkan cahaya matahari untuk tembus ke dalam.
"Morning mommy, tidur Flo nyenyak." Flo merentangkan tangannya ke arahku, dengan sigap aku langsung menggendongnya. Membawa dia ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ini sudah menjadi rutinitas baruku sejak menikah, dan aku sangat menikmatinya. Menjadi seorang istri dan ibu memang sangat menyenangkan.
Setelah setengah jam aku membantu Flo bersiap kini kami sudah duduk di ruang makan, Marshal sudah lebih dulu sampai, dia memperhatikan aku dan Flo dengan senyuman di wajahnya. Tmpan sekali! Bukan aku berlebihan karena terlalu sering memujinya, andaikan saja kalian bertemu dengannya maka aku yakin kalian akan melakukan hal yang sama denganku.
"Good morning my little princess." Marshal mengecup pipi gembul Flo.
"Good morning daddy." Flo mencium seluruh wajah Marshal, gemas sekali.
"Hari ini karena daddy masih libur, daddy akan ajak Flo dan mommy Nay jalan-jalan." Flo menatap Marshal dengan mata berbinar.
"Beneran? Daddy gak bohong kan?"
Marshal menggeleng kemudian mengangguk, "Enggak dong, makanya Flo cepet selesaikan sarapannya jam 8 nanti kita berangkat, oke?"
"Kamu kok gak bilang sama aku sih mas? Kan aku bisa masak bekal buat kita nanti." Protesku setelah kedua anak dan bapak itu selesai berbicara.
"Sayurnya jangan banyak-banyak." Marshal menujuk sayur yang akan kutuang ke piringnya. Aku menyerahkan piring yang sudah berisi lauk pauk kehadapa Marshal.
"Kamu gak perlu repot masak sayang, nanti kita bisa beli disana."
"Seenggaknya lebih sehat masakan rumah mas."
"Lain kali mas bilang ke kamu kalau mau jalan lagi, udah sarapannya lanjutin." Kami sama-sama menikmati sarapan dengan tenang, kali ini memang bukan aku yang memasaknya, melainkan bik Nah. Bik Nah adalah asisten rumah tangga di rumah ini, yang sudah bekerja bersama Marsha sejak dia masih remaja. Itu kata Marshal sih, dan aku hanya iya-iya saja.
***
"Mas."
"Ya sayang?"
"Sebelum kita nikah, Flo pernah gak diajak ke Bali?" Marshal tidak langsung menjawab, dia menatap kearah Flo yang sedang asik memberi makan sebuah rusa.
"Belum. Ini kali pertama dia kesini."
"Kok bisa?" Tanyaku penasaran.
"Karena mas gak mau dia disini kesepian, mas kerja terus. Nah, sekarang kan udah ada kamu, dia gak akan kesepian disini kalau ada mommy."
"Kan sama aja, di Jakarta Flo juga pasti kesepian. Kamu tega banget sih!" Marshal membawaku mendekat ke arahnya. "Kalau di sini mas akan lupa buat ambil libur, yang ada kerja terus."
"Berarti aku juga bakal ditinggal terus dong!?" Aku menatap tajam ke arahnya, tanganku berkacak pinggang seolah-oleh sedang marah.
"Mas usahain enggak, kalau dulu kan gak ada yang nunggu mas pulang dirumah, jadi ngapain pulang. Kalau sekarang ada kamu dan Flo yang selalu nunggu mas pulang, jadi mas janji gak akan sesibuk dulu." Aku tersenyum mendengar ucapannya, hatiku serasa menghangat.
"Jangan ngomong aja, aku minta bukti ya, awas kalau bohong!" Ancamku diselai tawa, Marshal hanya mengangguk saja kemudia dia membawaku mendekati Flo.
"Flo kita istirahat dulu yuk, cari makan siang. Emangnya Flo gak laper?"
"Semua tempat makan penuh mas, kita mau makan dimana coba? Kamu sih, kalau kita bawa bekal kan lebih enak sehat lagi." Protesku lebih cepat dari Flo.
"Mas udah reservasi tadi, kamu ajak Flo bersih-bersih dulu ya, mas tunggu di dalam." Aku mengangguk saja kemudian membawa Flo ke toilet terdekat untuk mencuci tangan.
Tak sampai 15 menit aku dan Flo sudah memasuki restoran yang dimaksud oleh Marshal tadi, mataku menelisik setiap penjuru ruangan. Marshal berada di pinggir restoran yang langsung menghadap ke arah luar, menampakan keramaian orang yang berlalu-lalang.
"Itu daddy, kita kesana ya." Aku menggandeng Flo kearah Marshal, di meja sudah terhidang beberapa makanan dan minuman. Waw, semua yang tersaji adalah favorit kami bersama.
"Udah cuci tangan?" Tanya Marshal.
"Udah dong daddy." Flo mengangkat ke dua tangannya ke arah Marshal, menunjukkan tangannya yang sudah bersih.
"Good, sekarang kita makan setelah itu pulang."
"Kok pulang? Flo belum puas jalan-jalan."
"Kan tadi udah keliling semuanya, udah kasih makan rusa juga." Ucap Marshal memberi pengertian, sedangkan aku hanya diam saja memperhatikan keduanya.
"Mommy." Flo merangkul tanganku yang bebas, menyembunyikan wajahnya disana.
"Bilang daddy, Flo masih mau jalan-jalan." Bisiknya padaku.
"Memangnya Flo mau kemana lagi, hem?" Tanyaku.
"Pantai." Jawabnya dengan riang, dia memang sangat suka pantai.
"Kemarin kita sudah ke pantai Flo." Itu suara Marshal, aku menatapnya, mengisyaratkan "gak papa".
Marshal menghela nafasnya pelan, "Okey, setelah ini kita ke pantai lagi. Tapi memangnya Flo bawa baju ganti?"
"Nanti kita beli di sana, uang daddy kan banyak." Jawab Flo dengan polosnya, sedangkan Marshal hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya.