“Menikah?” Ken menatap Rey dan Emma secara bergantian. Rey tersenyum sinis. “Aku rasa aku dan Emma sudah sepakat soal itu.” Mamah Ken menyesap tehnya. “Ya, kamu memang sudah seharusnya menikah, Rey.” Ken termenung sejenak. “Tapi...” Mamah menatap Rey. “Bagaimana kalian bisa saling jatuh cinta? Bukannya Emma mantan kekasih Ken. Benar kan Ken?” Mamah menoleh pada Ken. “Tidak masalah. Selama Emma bisa membahagiakan Rey kenapa tidak.” Ken berkata dengan ekspresi tidak keberatan. Toh, apa pun rencana mereka pada akhirnya Ken memang menyukai Relisha dan kemungkinan dia akan mengatakan yang sebenarnya pada Mamah. Emma sendiri agak kecewa dengan apa yang ditampilkan Ken. Dia ingin Ken tidak mengizinkan Rey menikahinya. D

